JB Sumarlin Yakin Keadaan Ekonomi Indonesia Akan Membaik

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 1988-1993 Johannes Baptista (JB) Sumarlin meyakini bahwa keadaan perekonomian Indonesia akan semakin membaik ke depan.

Menurut Sumarlin, keadaan ekonomi nasional yang menurun, salah satunya ditandai dengan rendahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih tergolong dalam situasi yang masih bisa dikendalikan.

“Saya yakin keadaan ekonomi akan membaik. Situasi yang terjadi saat ini masih bisa dikendalikan,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional periode 1983-1988 ini setelah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan di Kemkopolhukam, Jakarta, Jumat.

Sumarlin setuju dengan langkah-langkah pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo dalam mengatasi permasalahan ekonomi, seperti yang dipaparkan oleh Menkopolhukam kepadanya.

“Pemerintah memiliki langkah-langkah konkret yang sedang diusahakan, namun saya tidak bisa memaparkan hal itu. Yang jelas saya melihat langkah-langkah itu nyata,” kata penerima Bintang Mahaputra Adiprana III dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973 tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun memberikan saran kepada para anggota Kabinet Kerja agar tetap menjaga kekompakan dan menjalin kerja sama atau “team work” yang lebih erat.

“Sebelum perombakan kabinet, team work itu belum kelihatan.Tapi mudah-mudahan kerja sama itu semakin kuat setelah adanya para pejabat yang baru hasil reshuffle,” kata Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 1973-1983 ini.

Selain itu dia juga mengapresiasi kinerja Menkopolhukam Luhut Panjaitan yang walau bidangnya tidak bersentuhan langsung dengan ekonomi, tetap “all out” bekerja demi perbaikan perekonomian.

Menurutnya ini tindakan itu memang penting dilakukan sebab permasalahan keamanan relatif sudah stabil.

“Walau Menkoplohukam tidak bergerak di bidang ekonomi, tetapi bagaimanapun dalam keadaan seperti saat ini, Pak Luhut mengutamakan dan ikut all out demi kepentingan ekonomi, karena masalah keamanan yang sudah settle,” kata Sumarlin.