Bakar Ikan Sepanjang 15 Kilometer di Kepulauan Sula Raih Rekor MURI

Jakarta, Sayangi.com – Bupati Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi membakar ikan secara bersama-sama sepanjang 15 kilometer.

“Di Indonesia dan dunia, baru Kepulauan Sula yang melakukan ini,” kata Hidayat Mus seperti dalam keterangan tertulis yang dikutip kantor berita Antara, Rabu (26/8).

Hidayat Mus mengatakan, bakaran ikan yang terbuat dari bambu sepanjang 15 kilometer membentang dari Desa Wailau hingga Desa Fetcai merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia, bahkan di dunia.

Acara tersebut melibatkan seluruh masyarakat Kepulauan Sula. Setiap warga berjejer di sepanjang jalan untuk membakar ikan. Sebanyak 17 ton ikan hasil laut Kepulauan Sula dibagikan kepada masyarakat untuk pelaksanaan bakar ikan terpanjang di dunia itu.

Dia menjelaskan, bakar ikan bersama-sama terpanjang di dunia yang dilakukan di Kabupaten Sula merupakan upaya memperkenalkan potensi kelautan yang dimiliki oleh kabupaten tersebut.

Selain itu, dengan adanya perhelatan itu, ia menginginkan pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan wilayah yang sudah dipimpinnya selama 10 tahun.

“Sula merupakan kabupaten kepulauan dengan potensi laut yang sangat luar biasa. Tapi selama ini memang dikelola secara tradisional. Saya ingin dengan adanya informasi seperti ini, Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada kepulauan Sula, khususnya di kelautan,” ujar Mus.

Acara pembakaran ikan yang disebut Festival Maksaira ini dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Novanto dan Fadli Zon mendampingi Hidayat Mus saat penyulutan obor untuk menyalakan bara tanda pembakaran ikan di mulai.

Di akhir masa kepemimpinannya, Hidayat Mus berharap acara yang digelarnya ini menjadi kenang-kenangan bagi masyarakat Kabupaten Sula.

“Masyarakat Sula sangat antusias, bergotong royong demi terlaksananya acara ini, seperti arti Maksaira itu, musyawarah” katanya.

Hidayat Mus juga menginginkan pencatatan rekor dunia dengan pembakaran ikan ini dapat menjadi ikon Kabupaten Sula yang dilakukan setiap tahun.

Ia berharap acara ini menjadi agenda daerah, bahkan menjadi agenda nasional.