Mensos: Pemerintah Anggarkan untuk Rastra ke-13 Rp 1,5 Triliun

Foto: Kemensos RI

Sayangi.com – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,5 triliun untuk beras keluarga sejahtera (rastra) ke-13, sedangkan rastra ke-14 Rp 3,2 triliun. Untuk itu, para bupati dan walikota agar mempercepat proses pencairannya. Demikian disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam rilis berita yang diterima Sayangi.com, Minggu (6/9).

“Tahap ini adalah pencairan ke-13. Saya minta bupati dan walikota mempercepat proses pencairannya, karena di beberapa daerah sudah mulai pencairan ke-13, ” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kantor Pos Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (6/9/2015).
 
Para bupati dan walikota juga agar memantau keterlambatan penyerahan Surat Perintah Alokasi (SPA). Karena dengan SPA itulah, seluruh gudang Bulog di Indonesia bisa mengeluarkan rastra sampai titik distribusi.
 
“Bupati dan walikota, dimohon segera menyerahkanterimakan SPA pada pekan ketiga dan keempat, sehingga rastra bisa didistribusikan dari titik bagi kepada warga yang berhak menerimanya, ” katanya.
 
Jika beras sudah ada, tapi terlalu lama ditimbun dan disimpan di balai desa setempat, serta tidak segera dibagikan ke masyarakat. Maka, dipastikan kualitasnya rastra tersebut menjadi menurun dan tidak layak.
 
“Ya, jika sudah ada di balai desa agar segera dibagikan kepada warga, karena akibat kelamaan ditimbun dan disimpan akan menurunkan pada kualitas rastra tersebut, ” terangnya.
 
Secara nasional kualitas beras bulog sudah ada kebijakan repack. Sebelumnya rastra 15 kg dan untuk operasi pasar 50 kg. Saat ini,menjadi keputusan Bulog ada repack dengan format menjadi 50 kg seluruhnya.
 
“Kebijakan baru dari Bulog, sebelumnya rastra 15 kg dan 50 kg untuk operasi pasar. Akhirnya, kebijakan repakck dengan format 50 kg seluruhnya, ” tandasnya.
 
Kebijakan repack sebagai upaya saling mengontrol untuk standar layak dikonsumsi saat keluar dari gudang Bulog. Sebab, selama ini ada anggapan seolah-olah rastra itu berkualitas di bawah standar.
 
“Tidak hanya saling kontrol, dengan repack bisa diketahui kualitas rasta sebelum keluar gudang Bulog sudah sesuai standar. Jika berubah segera dideteksi di perjalanan atau pun saat pendistribusian, ” katanya.