Ketum IMM dan PMKRI Serukan Perlawanan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Dua organisasi ekstra kampus yaitu Ikatanan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia disingkat (PMKRI), Sabtu (12/9), menyerukan kepada pemuda Indonesia untuk terus melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi-JK yang dinilainya melenceng dari amanat rakyat.

Seruan itu mereka lakukan setelah sehari sebelumnya menggelar aksi besar-besaran dengan mengerahkan ribuan massa bersama organisasi kemahasiswaan, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan di Istana negara di bawah bendera Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia. Aksi yang mendesak Jokowi-JK mundur itu berakhir ricuh dan sejumlah pimpinan mahasiswa mendapat perlakuan kekerasan dari aparat.

Berikut ini adalah seruan perlawanan yang disuarakan IMM dan PMKRI:

1. Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula:

Ikhlaskan hati kawan-kawan… Perjuangan harus tetap berlanjut betapapun panasnya terik matahari dan tajamnya aspal jalanan… jika hari ini kita turun seribu kecil memang untuk berhadapan dengan aparat di depan istana. Esok, lusa, minggu atau bulan depan jutaan rakyat akan tumpah ruah bersama kita…

Perubahan kerap datang dari yang segelintir itu… pentungan polisi, tinju, terjang, peluru karet dan gas air mata yang mereka hantamkan ke kita belumlah berat dibanding penderitaan Rakyat, namun jika kita berhenti nestapa rakyat sepanjang zaman…

Terus kibarkan panji-panji hingga kemenangan itu dimuka, tak usah takut kalau suatu hari kita dijeruji…

‎Tidak usah marah dan menghujat polisi. Maafkan saja mereka barangkali letih menjaga aksi kita yang setiap hari tiada henti hingga mereka anarki.

Tidak usah menghujat wartawan yang tak memberitakan aksi dan menyampaikan tuntutan kita karena mungkin mereka bekerja atas kepentingan pemilik media… Tapi kita tidak boleh berhenti bergerak, tidak boleh surut langkah, jangan mundur walau sejengkal.

Acuhkan kata miring dari senior yang tak mendukung, tak perlu cemas oleh intimidasi alumni yang coba menghalangi. Masa depan ditangan sendiri. Ini masa ku, masamu dan masa kita semua, momentum untuk mengabdi pada ibu pertiwi…

Kita mesti tetap berada didepan… perjuangan masih amat panjang perubahan barangkali tidak sakarang, namun percayalah bahwa melalui segelintir orang yang konsisten itu suatu hari perubahan datang. Tidak untuk kita pada hari ini tapi untuk generasi mendatang, tidak sekarang perubahan itu datang generasi mendatang melanjutkan… Terus berjuang perjuangan masih panjang…

Tetap turun kejalan pd wakil rakyat tak dpt lg kt ti2pkan harapan… Kepung terus istana brapapun jumlah kita.

Kawan2 didaerah tk perlu tunggu surat intruksi. Jika kau dengar panggilan itu bergegaslah bergerak dgn cara dan kemampuan masing2…
“BP”

2.  Ketua Presidium PP PMKRI Lidya Natalia Sartono

SAUDARAKU SEPERJUANGAN

Kondisi bangsa hari ini membuka mata dan hati kita, Mengajak kita untuk memilih di antara Pilihan-pilihan yang di depan mata.

Setiap kita dengan peran kita masing-masing harusnya mau terlibat dalam usaha kita memperbaiki rusaknya kehidupan ber bangsa kita.

Yang kita butuhkan hanya lah Komitmen dan Konsisten untuk terus memposisikan diri sebagai kaum kritis.

Hampir 1 tahun pemerintahan ini dipercayakan rakyat memimpin bangsa dan negara ini. Jika kita simak dan melihat jalannya pemerintahan ini,  Satu Persatu kebohongan dan penghianatan muncul di permukaan yang tentu saja  menimbulkan Luka yang mendalam. rakyat kita telah ditipu!

Dimanakah mahasiswa Indonesia? Apakah mahasiswa kita telah apatis dan menjadi elitis?
Baiknya kita simpan jawabannya Dalam hati dan pikiran kita (secara jujur).

Dimana kita berdiri, disitu kita bersikap! Kami mahasiswa dan sikap kami adalah” perubahan tak bisa ditunda”

Salam Perlawanan!!!
Lidya Natalia Sartono