Adnan Buyung Dimakamkan Secara Militer di Samping Makam Putranya

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Pengacara senior Adnan Buyung Nasution akan dimakamkan secara militer pada  Kamis (24/9) pagi, tepat di samping makam anak pertamanya, Iken Basya Rinanda Nasution, di TPU Tanah Kusir Blok AA2 BLAD 7, Jakarta Selatan.

Saat ini, di tempat peristirahatan terakhir Buyung masih dilakukan persiapan selagi menunggu kedatangan jenazah serta rombongan keluarga yang berangkat dari rumah duka di Lebak Bulus, Jakarta.

Beberapa kerabat almarhum sudah mulai berdatangan di tempat pemakaman, antara lain Hariman Siregar, Bursah Zarnubi, Malik Fajar, Abdul Hakim Garuda Nusantara, Bahtiar Ali, Bambang Wiwoho, Harry Tjan Silalahi, Saldi Isra. Eros Djarot, dan Maqdir Ismail. Tenda berwarna putih sudah terpasang di sekitar tempat pemakaman serta jejeran bangku untuk keluarga dan pelayat.

Prosesi Adat Mandailing

Prosesi pemakaman Adnan Buyung Nasution dilakukan secara militer dengan inspektur upacara Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Sebelumnya, setelah disalatkan di rumah duka, telah dilaksanakan upacara adat Batak Mandailing untuk melepas jenazah Adnan Buyung Nasution menuju pemakaman.

Upacara adat Batak Mandailing ini diikuti terutama oleh cucu laki-laki yang berasal dari putra Adnan. Dalam prosesi ini, selain ada pemukulan gong untuk menyambut para tamu yang datang untuk menghormati almarhum, para cucu laki-laki Adnan Buyung juga memberikan sambutan singkat dalam bahasa Mandailing.

Para cucu laki-laki Adnan juga  menyematkan penutup kepala ampu di kepala Adnan, seperti yang biasa dilakukan dalam tradisi pemakaman Mandailing. Ampu adalah sebuah penutup kepala yang merupakan mahkota dan dipakai raja-raja Mandailing pada masa lalu.

Setelah upacara adat selesai dilakukan, jenazah diserahkan kepada pemerintah yang diwakili oleh anggota Wantimpres Sri Adiningsih, dan selanjutnya dibawa untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir.