Pasca Penembakan di Kampus, Obama Minta UU Senjata Diperketat

Foto: Reuters

Washington,Sayangi.Com– Menyusul insiden penembakan yang menewaskan lebih dari 10 orang di sebuah kampus di negara bagian Oregon, pada Kamis (1/10) pagi, Presiden Barack Obama meminta Kongres Amerika Serikat (AS) bekerja sama untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api.

“Kejadian ini sepertinya menjadi hal yang rutin. Kita menjadi mati rasa dengan kondisi ini. Kita sebenarnya bisa melakukan sesuatu, namun kita harus mengubah undang-undang. Namun ini bukan sesuatu yang saya bisa lakukan sendirian. Saya harus bersama Kongres, parlemen negara bagian, dan semua gubernur yang ingin bekerja sama,” kata Obama.

Obama mengatakan, seharusnya tidak mudah bagi seseorang yang ingin melukai sesama bisa mendapatkan senjata.

“Doa tidak cukup. Ini adalah pilihan politik yang harus kita buat,” ujarnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Juli 2015 lalu, Obama mengaku kegagalannya meloloskan “undang-undang keamanan senjata yang masuk akal” adalah kefrustrasian terbesar selama masa jabatannya.

“Bila Anda melihat warga Amerika yang terbunuh oleh terorisme sejak 9/11, jumlahnya kurang dari 100. Bila aAda melihat mereka yang terbunuh karena kekerasan bersenjata, jumlahnya puluhan ribu,” kata Obama, saat itu.

Obama telah mendorong pengendalian senjata yang lebih ketat semasa kepresidenannya namun belum mampu memastikan perubahan signifikan pada hukum.

Penembakan di Sekolah Berulang

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden penembakan kembali terjadi di Umpqua Community College di Roseburg, Oregon, pada Kamis (1/10) pagi.

Jumlah korban sejauh ini masih simpang siur. Sheriff setempat mengatakan, sedikitnya 10 orang meninggal dunia. Sedangkan 
menurut Jaksa Oregon, Ellen Rosenblum, jumlah korban tewas mencapai 13 orang dan sedikitnya 20 orang luka-luka.

Tersangka pelaku yang disebut berusia 25 tahun turut tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat keamanan. Motifnya belum diketahui.

Penembakan di sekolah dan kampus, di AS, berulang kali terjadi. Salah satu insiden ialah pada tahun 2012, dimana seorang pria berusia 20 tahun, Adam Lanza, melepaskan tembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Negara Bagian Connecticut. Sebanyak 20 siswa dan enam orang dewasa meninggal dunia akibat ulah Lanza.

Sumber: BBCIndonesia