Go-Jek Luncurkan Layanan Terbaru, Go-Box

Jakarta,Sayangi.Com– Layanan transportasi via aplikasi, Go-Jek, kini meluncurkan layanan terbarunya yang disebut Go-Box.

“Untuk memesan, calon pengguna bisa melakukannya lewat aplikasi Go-Jek yang sudah terupdate versi terbaru dan memesan mobil boks sesuai banyaknya barang yang akan diangkut, kata CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim, di pameran Indonesia Transport Supply Chain & Logistic (ITSCL) 2015 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10).

Menurut Nadiem, angkutan Go-Box terdiri dari empat tipe, yaitu mobil pikap, mobil boks, truk engkel, dan truk engkel boks. Setiap tipe mobil, biaya layanannya berbeda.

Biaya layanan mobil pick-up Rp7.000 per kilometer dengan minimum pemesanan Rp170 ribu. Mobil boks Rp9.000 per kilometer dengan ongkos minimum Rp210 ribu. Truk engkel Rp10 ribu per kilometer dengan ongkos minimum Rp300 ribu, dan truk engkel boks Rp12 ribu per kilometer dengan ongkos minimum Rp370 ribu.

Untuk sementara, Nadiem menambahkan, layanan baru bisa dinikmati di empat kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.

“Kita bukan perusahaan logistik tapi perusahaan aplikasi, kami hanya memfasilitasi. Untuk Go-Box, kami jamin barang akan sampai dalam 60 menit untuk layanan di dalam Jakarta. Semakin banyak fleet pasti akan semakin cepat, bisa 15 menit,” ujar Nadiem, yang berharap pertumbuhan order rata-rata Go-Box bisa mengungguli Go-Jek yakni di atas 138 persen tiap bulannya.

Dalam kesempatan yang sama, pimpinan Go-Box, Raditya P Wibowo mengatakan, hingga saat ini sudah banyak pengguna Go-Box meski baru tiga hari aktif.

“Kebanyakan pengguna Go-Box adalah yang pindah kos, atau pebisnis kecil yang perlu mendistribusikan produk. Kami melayani multi-dropping hingga ke 15 titik. Untuk pengriman barang, tersedia asuransi maksimal hingga Rp10 juta, kalau ternyata harga barang lebih dari itu, maka di aplikasi sudah tersedia pilihan coverage tambahan,” kata Raditya.

Go-Box menyediakan promo hingga 20 persen untuk setiap pemesanan selama satu bulan. “Promo ke depan bisa saja berubah, maka pantau saja medsos kami,” kata Raditya.

Menurutnya, saat ini tercatat sudah lebih dari 85 perusahaan layanan logistik yang bergabung dengan Go-Box dan 3.500 driver sudah mendaftar. Hingga akhir Oktober ditargetkan jumlah driver yang bergabung mencapai 5.000.

Raditya menklaim, Go-Box mampu menekan biaya distribusi bisnis karena harga yang ditawarkan lebih murah sekitar 30 persen dibanding jasa serupa.

Go-Box sendiri memperoleh keuntungan dengan sistem bagi hasil dengan driver melalui tarif jarak. (Antara)