Presiden Tolak Beli Helikopter Baru

Jakarta, Sayangi.com – Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Presiden Jokowi memutuskan menolak usul pembelian helikopter.

Penolakan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa helikopter yang ada saat ini masih bisa digunakan, selain karena harga helikopter yang akan dibeli  terlalu tinggi dengan kondisi keuangan sekarang, sambung Pramono di Jakarta, Kamis.

Presiden ini, hari ini saat memberi pengarahan kepada para menteri terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menyatakan ingin membangun postur TNI agar semakin kokoh.

“Untuk membangun kekuatan pertahanan, kita harus memenuhi kebutuhan alutsista secara terpadu baik di AL, AU, maupun AD dan di kepolisian,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas membahas alutsista, di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Selanjutnya Pramono Anung menyebutkan sejumlah pertimbangan, pertama Presiden beranggapan helikopter yang ada masih bisa digunakan.

“Kedua, dengan kondisi keuangan sekarang, harganya dianggap terlalu tinggi,” kata Pramono.

Ia menyebutkan Presiden tetap akan menggunakan helikopter yang ada walaupun perlu dipikirkan untuk memiliki backup helikopter karena saat ini tidak ada backup.

“Arahan Presiden adalah agar digunakan assembling atau karoseri yang bisa dibuat putra bangsa sendiri,” kata Pramono.

Ia menyebutkan Kamis ini Presiden memimpin tiga rapat terbatas terkait alutsista, termasuk pengadaan helikopter.

“Saat ini kita gunakan helikopter Superpuma rakitan PT DI,” kata Pramono.

Menurut Pramono, rapat terbatas juga membahas upaya agar RI tetap memiliki satelit untuk menjaga keamanan laut dan udara nasional.

“Pagi tadi juga ada ratas mengenai listrik dan kilang minyak, Presiden menginstruksikan agar kilang baru di Kaltim, Jatim dan J Jateng dibangun agar penyediaan BBM kita semakin efisien,” kata Pramono.

Terkait listrik, Presiden meminta Perpres pembangkit listrik 35.000 MW segera diselesaikan. “Laporan PLN pada tahun pertama ini, 10.000 MW dapat terpenuhi. Presiden berharap tahun 2019 tidak ada lagi byar pyet,” kata Pramono.

Sumber: Antara