Kisah Inspiratif dalam Proses Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Foto: Dukumentasi Mer-C

Sayangi.com – Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina berikut penyediaan alat-alat kesehatan telah rampung. Rumah Sakit seluas 10 ribu meter persegi itu dibangun di atas tanah 1,6 hektar, dirancang dan dikerjakan oleh para relawan asli Indonesia

Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C) sedang mempersiapkan perhelatan acara penyerahan rumah sakit tersebut pada tanggal 9 Januari 2016 di Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki. Bertindak mewakili rakyat Indonesia adalah Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia kepada Dubes Palestina untuk Indonesia.

Menjelang persiapan acara, Geisz Chalifah membeberkan berbagai  cerita menarik dalam proses pengumpulan dana untuk RS Indonesia di Gaza. Berikut adalah kisah-kisah yang sempat terekam selama proses pengumpulan dana, yang seluruhnya murni dari rakyat Indonesia.

– Seorang supir Bajaj berhenti didepan Kantor MER-C, memberikan sumbangan Rp 20.000. Lalu dia kembali menarik Bajajnya.

– Serombongan pengamen dan pengemis menyewa mikrolet, datang ke MER-C membawa uang yang dikumpulkan untuk di sumbangkan pada pembangunan RS di Gaza.

– Seorang ibu pemilik warung di Bogor membawa satu kaleng biskuit yang penuh berisi uang logam untuk disumbangkan ke rumah sakit Indonesia yang sedang dibangun.  

– Seorang anak berumur 6 tahunan, membawa celengan berbentuk ayam jago dan menyerahkan seluruh isi celengannya untuk di sumbangkan ke MER-C.

– Seorang bapak yang telah renta, datang ke rasil dengan berganti-ganti angkot membawa uang Rp 20.000 untuk disumbangkan ke Gaza, Krisna penyiar rasil bertanya, bapak jauh-jauh datang kemari mengapa tidak telepon saja agar kami yang datang.  Bapak itu menjawab: saya ingin melihat radio yang menemani hari-hari akhir dalam hidup saya.  

– Sepasang suami istri datang membawa mobil, menyerahkan kunci mobil, STNK dan BPKB, lalu suami istri itu pulang ke wilayah tanggerang dengan naik kereta.

– Seorang ibu pasca mengalami stroke dengan tertatih- tatih menaiki kereta guna mendatangi kantor MER-C, menyerahkan perhiasan emas dan berlian miliknya,  disumbangkan untuk pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza.

– Seorang nenek berusia 80an tahun datang membawa uang Rp 50 ribu, ketika ingin pulang seorang dokter di MER-C tak tega melihatnya lalu dokter itupun mengantar nenek itu pulang kerumahnya.

Selama kegiatan membangun rumah sakit.  MER-C  menjadi multi fungsi, menjadi pedagang emas, pedagang mobil, juga menjadi pedagang valas.

MER-C mendapatkan dana untuk pembangunan sejumlah RP 120 M, yang seluruhnya terpakai untuk pembangunan dan pembelian alat-alat kesehatan.

Akuntan publik pun dipilih untuk mengaudit seluruh dana yang masuk dan penggunaannya. Pada tgl 9 Januari 2016 nanti auditor akan menyerahkan sertifikat hasil audit keuangan berbarengan dengan acara penyerahan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Insya Allah akan diwakili Oleh Bapak Presiden dan Dubes Palestina untuk Indonesia.

“Proyek mimpi yang menjadi nyata. Selamat untuk seluruh rakyat Indonesia. Pada akhirnya kita mampu dan berhasil menembus seluruh rintangan,” kata Geisz di Jakarta, Jum’at (18/12).