SBY: KPK Tulang Punggung Pemerintahan Bersih

Jakarta, Sayangi.com – Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan , Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah tulang punggung pemerintahan bersih.

“Kita memiliki harapan yang tinggi kepada KPK karena kita ingin negara kita bersih, sistemnya bersih, KPK adalah tulang punggung untuk itu,” kata Yudhoyono setelah peresmian gedung baru KPK di Jalan Kuningan Persada kav 4 Jakarta Selatan, Selasa.

Peresmian gedung itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-3 BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz serta menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga penegak hukum dan lembaga tinggi negara lain.

“Saya bersyukur KPK makin kuat, yang penting kita dukung penuh, kita harapkan bisa bersinergi dengan baik dengan kepolisian dan kejaksaan dan mendapatkan komitmen nasional, dukungan pemerintah dan dukungan publik,” tambah Yudhoyono.

Ia berharap, KPK dengan pimpinan yang baru dapat menjalankan tugas dengan profesional.

Setelah meresmikan gedung KPK, Presiden Jokowi bersama SBY, BJ Habibie dan Hamzah Haz memeriksa salah satu ruang pemeriksaan KPK yang berada di lantai 2. Terdapat 70 ruang pemeriksaan di gedung baru berlantai 16 tersebut yang dilengkapi dengan alat “voice to text” yaitu alat pengubah suara menjadi tulisan.

Luas bangunan berlantai 16 tersebut adalah 39.629 meter persegi sejak 29 November 2013. Pembangunan dilakukan dengan menggunakan anggaran tahun jamak sebesar Rp314,15 miliar yang bersumber sepenuhnya dari APBN.

Sejumlah pejabat negara yang hadir dalam peresmian gedung baru KPK yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia Muhammad Nasir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laloy, Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Selanjutnya Jaksa Agung M Prasetyo, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan M Yunus, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Dan masih ada juga mantan komisioner KPK Chamdra M Hamzah, Abraham Zamad, Adnan Pandu Pradja, Bibit Samad Rianto, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, Zulkarnain, Tumpak Hatorangan Pangabean, Abraham Samad, Johan Budi, Erry Riyana, Mas Ahmad Santosa dan Taufiequrrachman Ruki. (Ant)