Seskab: Evaluasi Kementerian Mestinya Tidak Dibuka ke Publik

Foto: setkab

Jakarta, Sayangi.Com– Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, langkah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang merilis hasil evaluasi kementerian/lembaga ke publik adalah bentuk kreativitas dari Prof. Yuddy Chrisnandi.

“Tidak pernah ada perintah untuk menyampaikan kepada publik,” kata Pramono Anung kepada wartawan, seusai mengikuti Rapat Terbatas Bidang Polhukam, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (5/1) malam.

Pramono Anung mengemukakan, dari hasil konsultasinya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi memang pernah menyampaikan evaluasi tersebut, meskipun tidak diketahui secara menyeluruh oleh anggota kabinet.

Tetapi, kata Pramono: “Seyogyanya tidak disampaikan kepada publik karena evaluasi itu ditujukan sepenuhnya untuk Presiden dan Wakil Presiden.”

Menurut Seskab, dalam Perpres No. 24, 25, 26 Tahun 2014 telah disebutkan, bahwa yang memberikan masukan monitoring dan evaluasi kementerian dan kelembagaan itu ada di Kantor Staf Presiden (KSP), Sekretariat Kabinet (Setkab), dan di Sekretariat Negara (Setneg) sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing untuk melaporkan kepada Presiden.

Karena itu, ujarnya, apa yang disampaikan di publik terkait penilaian kinerja K/L oleh Menteri PAN-RB, tentunya tidak menjadi referensi utama bagi Presiden, karena masukan kepada Presiden itu sudah ada mekanisme dan aturan mainnya.

“Kalau KSP memberikan masukan kepada Presiden sesuai dengan monitoring dan evaluasi yang dimiliki oleh KSP, maka biasanya tidak diumumkan kepada publik. Dan ini karena sudah diumumkan kepada publik dan harapannya semua kembali pada tugas masing-masing,” kata Pram, sapaan akrab Pramono Anung.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menambahkan, Presiden meminta semua kementerian dan lembaga tetap bekerja biasa, konsentrasi untuk menyelesaikan tugas masing-masing karena tahun 2016 merupakan tahun percepatan kerja, dan tidak memikirkan hal-hal seperti itu.

Seperti diketahui, langkah Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi mempublikasikan hasil evaluasi kementerian/lembaga dengan memberi peringkat A untuk kementerian yang mendapat nilai di atas 80 dan peringkat CC untuk kementerian/lembaga yang mendapat nilai di bawah 60 telah mengundang protes dari banyak kalangan.

Kritik keras antara lain datang dari PKB, yang tiga menterinya diberi predikat CC. Sekretaris Fraksi PKB di DPR Jazuli Fawaid menuduh Yuddy punya motif politis dan tendensius karena hasil evaluasi kementerian/lembaga tersebut dirilis di saat adanya wacana reshuffle kabinet saat ini.