Poros Muda Golkar Desak Muladi Selesaikan Konflik

Foto: istimewa

Jakarta,Sayangi.Com– Poros Muda Partai Golkar mendesak Ketua Mahkamah Partai Muladi segera menyelesaikan konflik dualisme kepengurusan Golkar yang sudah berjalan setahun ini.

Dalam pertemuan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/1), juru bicara Poros Muda Golkar Andi Sinulingga secara simbolis menyerahkan surat rekomendasi dan palu sidang kepada Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi.

“Kalau kubu Bali mengatakan DPP hasil Munas Riau masih sah, masih hidup, maka Mahkamah Partai juga masih hidup,” kata Ucok, sapaan akrab Andi Sinulingga.

Menurut Ucok, Poros Muda Golkar berpandangan bahwa partai menghadapi masalah yang krusial secara politik dan hukum karena MenkumHAM belum mensahkan kepengurusan DPP hasil Munas Bali. Padahal masa kepengurusan DPP Golkar hasil Munas Riau sudah berakhir pada 31 Desember 2015, dan SK DPP kubu Agung Laksono hasil Munas Jakarta juga sudah dicabut.

Atas dasar itu, kata Ucok, Poros Muda Golkar akhirnya memilih Muladi, Andi Matalatta, Prof Natabaya dan Djasri Marin selaku anggota Mahkamah Partai untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya.

“Kita taat legalitas, minta Mahkamah Partai segera bersidang, membentuk kepengurusan transitif, mengantarkan sampai ke Munas karena ada kekosongan,” ujarnya.

Muladi menyambut baik desakan dari poros muda Golkar tersebut. Ia berjanji akan segera melaksanakan rapat tertutup untuk memberi rekomendasi pada kedua kubu.

“Besok kami melakukan rapat, sore hari, di suatu tempat,” kata Muladi.

Rekomendasi Mahkamah Partai, menurut Muladi, akan dibuat berdasarkan pertimbangan yang logis, dan bertujuan baik demi kemaslahatan partai. Selain untuk kubu Agung dan Aburizal Bakrie, rekomendasi itu juga akan diserahkan kepada tokoh-tokoh senior Golkar seperti Jusuf Kalla dan BJ Habibie.