BEM Se-Indonesia Tuntut Rektor UNJ Cabut SK Pemecatan Ronny Setiawan

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.Com– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menuntut rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJH) untuk mencabut surat keputusan pemberhentian Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan sebagai mahasiswa di kampus tersebut.

“Diberhentikannya saudara Ronny Setiawan sebagai mahasiswa adalah bentuk totalitarianisme, kemunduran dan pelecehan dalam pendidikan sekaligus dibungkamnya demokrasi dan hak untuk berpendapat,” kata Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Bambang Irawan, melalui keterangan tertulis yang diterima Sayangi.Com, Rabu (6/1).

Melalui rilisnya, BEM seluruh Indonesia menentang keputusan rektor UNJ memberhentikan Ronny Setiawan sebagai mahasiswa dan mengajak mahasiswa Indonesia untuk membela hak dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat.

Mereka menyatakan akan mengirim surat pada rektor UNJ dan Menristek Dikti untuk mencabut SK nomor 1/SP/2016 tentang pemberhentian Ronny.

Jika SK tersebut tidak segera dicabut, BEM mengancam akan turun ke jalan untuk membela hak mahasiswa yang bersangkutan serta hak mahasiswa dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat. Mereka juga berencana membawa kasus tersebut ke ranah hukum bila SK tidak dicabut.

Aliansi Mahasiswa UNJ Menolak

Menyikapi pemecatan Ronny Setiawan dan kekisruhan yang terjadi di UNJ, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu melalui koordinatornya, Ahmad Firdaus, Selasa (5/1) kemarin, juga membuat siaran pers yang antara lain berisi tuntutan agar Rektor UNJ mencabut surat bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Ronny sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

Aliansi Mahasiswa UNJ, kata Firdaus, menyayangkan sikap Rektor UNJ yang telah bertindak sewenang-wenang membungkam dan mencoreng wajah demokrasi kampus. Ia menyerukan kepada seluruh mahasiswa civitas akademika UNJ untuk tidak berdiam diri terhadap tindakan sewenang-wenang ini.