Pramono Anung Sempat Adzankan Ibundanya Sebelum Wafat

Foto: Sayangi.Com/Emil

Jakarta,Sayangi.Com– Ibunda Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hj Sumarni binti Pawiro Sediro, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Rabu (6/1) sore. Almarhumah wafat dalam usia 80 tahun.

Pramono Anung yang sempat hadir di Kantor Presiden untuk mengikuti dua rapat terbatas, pada pukul 14.30 WIB meminta izin meninggalkan rapat saat diberitahu kondisi ibunya yang semakin lemah. 

Seperti dikutip Antara, Pramono mengaku sempat mengadzani almarhumah sebelum meninggal dunia pada pukul 15.17 WIB.

“Sebelum meninggal pukul 15.17 WIB, saya azanin beliau. Adik saya sedang dalam perjalanan dari Jerman, kakak saya sedang umroh dan kemungkinan besok pagi baru sampai,” kata Pramono.

Pramono mengatakan, jenazah almarhumah akan dimakamkan di makam keluarga di Yogyakarta pada Kamis besok.

Menurutnya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jl. Ambas No.18, Cipete, Jakarta Selatan ke Yogyakarta melalui Bandara Halim Perdanakusumah.

Pesan Almarhumah

Pramono mengatakan bahwa almarhumah ibunya, Sumarni, pernah berpesan agar seluruh anaknya tidak neko-neko dalam menjalani hidup dan selalu bekerja keras.

“Ibu berpesan jangan neko-neko, kerja keras, hidup apa adanya, karena itu falsafat jawa tapi islami,” ujarnya.

Menurut Pram, ibunya menderita sakit sirosis dan radang paru-paru sekitar satu bulan.

“Namun ibu tipe orang yang tidak suka mengeluh (ketika menderita sakit),” ujar Pramono.

Dia mengenang almarhumah sebagai orang yang sangat dekat dengan seluruh anaknya, sebaliknya dia sendiri selalu menelpon di manapun ibunya berada.

Pramono menyebut komunikasi dengan sang ibunda sebagai doa untuknya saat mengemban tugas di pemerintahan atau di PDI Perjuangan.

“Saya selalu menelpon ibu di manapun, itu jadi doa beliau untuk saya,” katanya.