Mbah Moen Yakin Islah PPP Segera Tercapai

Foto: Antara

Jombang, Sayangi.Com– Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) K.H. Maemun Zubair, atau akrab disapa Mbah Moen, yakin bahwa upaya rujuk atau islah untuk mengakhiri dualisme kepengurusan di PPP segera tercapai.

“Pasti mau diajak islah. Jangan diandai-andai tidak mau seperti itu,” kata Mbah Moen, usai menghadiri acara ulang tahun ke 15 Yayasan Roushon Fikr di Jombang, Sabtu (9/1).

Mbah nampaknya mendukung rencana Muktamar Islah yang digagas oleh DPP PPP kubu Romi, yang menemuinya di sela-sela acara ulang tahun ke-15 Yayasan Roushon Fikr tersebut. Petinggi DPP PPP yang menemui Mbah Moen antara lain Lukman Hakim Saifuddin, Emron Pangkappi, Romahurmuziy, dan Musyafak Noer dari DPW Jatim.

Saat wartawan bertanya tentang sikap Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz, yang belum merespons ajakan islah dari kubu Romi, Mbah Moen memasrahkan hasilnya kepada Allah SWT karena sudah banyak upaya untuk menyatukan dua kubu yang bersengketa di internal PPP.

“Nanti Allah yang menentukan. Sebab partai ini kan masih remeng-remeng, bagaimana yang sebetulnya ditempuh antara pemerintah dengan kita itu kan belum ada ketentuan,” ujar Mbah Moen.

Tentang siapa tokoh yang bisa menyatukan PPP, menurut Mbah Moen, banyak kader PPP yang bisa melakukannya.

“Saya tidak ada gambaran. Pokoknya yang bisa mempertemukan. Di PPP itu juga banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Lukman Saifuddin menyatakan bahwa islah merupakan satu-satunya cara untuk menyatukan dualisme kepengurusan di tubuh PPP. Dalam rangka itu, harus disepakati bersama siapa yang punya kewenangan menyelenggarakan muktamar islah.

Lukman berpendapat, DPP PPP hasil Muktamar Bandung lah yang berperan menyelenggarakan muktamar islah, karena saat ini DPP hasil Muktamar Jakarta dan DPP hasil Muktamar Surabaya tidak memiliki SK pengesahan dari Pemerintah.

Terkait kubu Djan Faridz, Lukman mengatakan, pihaknya akan terus berusaha menjalin komunikasi agar islah benar-benar terlaksana sehingga mengakhiri dualisme kepengurusan di PPP.

“Kita ikhtiar maksimal, komunikasi, kesepahaman dan seterusnya,” kata Lukman, yang merupakan salah satu Waketum dalam DPP PPP hasil Muktamar Bandung.