Akibat Obrolan di WA, DPR Berencana Kembalikan 18 Calon Ombudsman

Foto: dok

Jakarta, Sayangi.Com– Sejumlah anggota Komisi II DPR berencana mengembalikan 18 calon anggota Ombudsman Republik Indonesia kepada Presiden Joko Widodo, terkait ditemukannya indikasi pelanggaran kode etik oleh dua anggota Panitia Seleksi.

“Setelah kemarin melakukan rapat dengar pendapat dengan Pansel ORI, kami menemukan kejanggalan dan indikasi pelanggaran kode etik oleh dua orang anggota Pansel,” kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura, Rufinus Hotmaulana Hutauruk, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/1).

Menurut Rufinus, Komisi II DPR menerima informasi terkait obrolan di grup jejaring sosial WhatsApp (WA), di mana dua orang anggota Pansel ORI ada dalam grup itu. Dua anggota Pansel ORI tersebut secara jelas menyatakan mendukung sejumlah nama yang kini masuk dalam 18 daftar calon anggota ORI.

“Pansel menyatakan dirinya profesional, tapi setelah kita klarifikasi dua anggotanya mengaku masuk dalam grup WhatsApp itu. Maka Fraksi Hanura meminta pansel ORI yang lain untuk mencari tahu apakah betul terjadi pelanggaran kode etik oleh dua anggotanya,” ujar Rufinus.

Fraksi Hanura, kata Rufinus, secara tegas menolak 18 nama calon anggota ORI dan akan mengembalikan ke Presiden sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami sudah membuat pandangan tertulis Fraksi Hanura,” ujarnya.

Rufinus mengatakan, Komisi II DPR berencana memanggil Menteri Sekretaris Negara Pratikno atas temuan di grup WhatsApp itu dan meminta pendapat resmi Mensesneg.

PKB juga tolak

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menyesalkan adanya temuan tentang anggota Pansel ORI yang bekerja secara tidak independen.

“Sebaiknya 18 nama calon anggota ORI dikembalikan kepada presiden untuk dievaluasi kembali,” kata Yanuar Prihatin, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB.

Menurut Yanuar, bukti percakapan di grup WhatsApp antara dua anggota Pansel ORI dan kelompok masyarakat sipil sudah terbukti. Terkait itu, independensi pansel ORI harus dipertanyakan kembali.

“Tidak seyogianya anggota Pansel melakukan konspirasi dengan kelompok sipil tertentu untuk memastikan calon tertentu masuk dalam daftar pencalonan ORI,” kata Yanuar.

18 Calon Ombudsman

Sebelumnya, Panitia Seleksi Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) sudah menyerahkan 18 nama calon kepada Presiden Jokowi untuk diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Itu adalah hasil seleksi dari total 269 orang yang mengikuti seleksi sejak tahap awal.

Nama 18 calon tersebut adalah:

1. Adhar Hakim
2. Adrianus Eliasta Meliala
3. Ahmad Alamsyah Saragih, 
5. Ahmad Suadi
4. Alvin Lie Ling Piao
6. Amzulian Rifai
7. Anung Didik Budi Karyadi.
8. Dadan Suparjo Suharmawijaya, 
9. Djuni Thamrin, 
10.Gunarto
11.Helda Ritta Tirajoh, 
12.Hendra Nurtjahjo
13.Idham Ibty, 
14.Laode Ida
15.Lely Pelitasari Soebekty, 
16.Ninik Rahayu
17.Rohina Budi Prihatin
18.Sudarto.