Erwin Moeslimin Tegaskan Perlunya Parpol Dibiayai Negara

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Erwin Moeslimin Singajuru menegaskan perlunya keuangan Partai Politik dibiayai oleh negara. Hal itu menurutnya dalam rangka memastikan pelaksanaan demokrasi di Indonesia berjalan konsisten dan sesuai konstitusi.

Menurut Erwin, demokrasi di Indonesia menganut sistem kepartaian, dimana pelaku utama setiap Pemilu adalah partai-partai politik. Hal itu secara jelas dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 22 E (3) yang berbunyi “Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota  Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik.”

“Pasal ini sangat jelas menyatakan sistem kepartaian itu, namun sayangnya bunyi pasal ini masih belum dapat dipahami sepenuhnya oleh penyelenggara Pemilu. Untuk itu demokrasi harus terus kita benahi agar sejalan dengan konstitusi, yang intinya jika memang demokrasi kita menganut sistem kepartaian sesuai Pasal 22 E (3), maka konsistensinya segala hal terkait finansial ditanggung oleh negara,” tegas Erwin dalam pernyataan yang diterima Sayangi.com, Jum’at (15/1).

Dalam kaitan inilah, jika Mendagri Tjahyo Kumolo mengusulkan agar biaya Pemilu ditanggung oleh negara, menurut Erwin Singajuru, hal itu sudah benar.

“Mendagri dalam hal ini sudah memahami Pasal 22 E itu secara proporsional, untuk itulah gagasan Pak Tjahyo Kumolo tersebut patut kita dukung,” katanya.

Erwin menjelaskan, segala hal yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu oleh partai politik semestinya disesuaikan juga dari sisi alokasi penganggaran. Jika untuk Dewan Perwakilan Rakyat masuk dalam APBN, sementara jika DPRD masuk dalam APBD.

“Pemahaman ini penting direalisasikan agar demokrasi dengan implementasi Pemilu itu sejalan dengan konstitusi,” ujar politisi PDIP dari Dapil Sematera Selatan II ini.

“Konsistensi ini, sekaligus diharapkan agar para legislator tidak lagi terjebak  dalam permainan proyek atau menjadi beban psikologis yang secara moral membebani mereka terutama dari partai masing-masing,” demikian menurut Erwin Singajuru.