ISIS Akui Kematian Pejagal John Akibat Serangan Drone AS

Dubai,Sayangi.Com– Media propaganda milik ISIS, Dabiq, mengakui kematian seorang algojonya yang bernama Mohammed Emwazi, namun lebih dikenal sebagai John Jihadi.

Berita di majalah yang terbit pada Selasa (19/1) itu sekaligus mengkonfirmasi klaim Amerika Serikat (AS) bahwa pejagal John yang terkenal karena kesadisannya dalam mengeksekusi sandera-sandera ISIS itu tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) pada 12 November tahun lalu.

Seperti dikutip Reuters, majalah Dabiq menyebut Mohammed Emwazi sebagai “Abu Muharib al-Muhajir”.

“Pada Kamis 29 Muharram 1437 Hijriah (12 November 2015), Abu Muharib akhirnya menjadi syuhada di jalan Allah, yang sejak lama dia dambakan, ketika mobil yang ditumpanginya menjadi sasaran serangan drone tak berawak di kota Raqqah, yang menghancurkan mobil itu dan menewaskan dia seketika,” kata Dabiq.

John Jihadi telah menjadi simbol kebrutalan ISIS sejak pertama kali muncul pada Agustus 2014 dalam video pemenggalan jurnalis Amerika, james Foley. Dia juga muncul dalam video pembunuhan lima tawanan ISIS lainnya, yakni jurnalis AS Steven Sotloff, pekerja kemanusiaan AS Abdul-Rahman Kassig, dua pekerja kemanusiaan Inggris David Haines dan Alan Henning, serta wartawan Jepang Kenji Goto.

Dalam video-video itu, John Jihadi mengenakan pakaian serba hitam dan hanya terlihat mata serta siluet hidungnya. Identitasnya pertama kali diungkap oleh intelijen Inggris yang menginformasikan bahwa algojo tersebut bernama asli Mohammed Emwazi, yang lahir di Kuwait pada 1988, lalu dibawa ke Inggris oleh keluarganya saat masih berusia 6 tahun dan lulus sekolah komputer di London.

Emwazi merupakan salah satu target utama intelijen Inggris dan Amerika, meskipun ia disebut tidak memiliki peran secara militer di ISIS.

Saat menanggapi informasi kematian Emwazi pada November tahun lalu, Perdana Menteri David Cameron mengatakan: “memburu Emwazi adalah hal yang seharusnya dilakukan.”

Tiga buah drone, satu milik Inggris dan dua milik AS, dilaporkan terlibat dalam serangan di Raqqa. Salah satu drone milik AS menghantam mobil yang ditumpangi Emwazi. Diyakini ada satu orang lain di mobil tersebut.