Khofifah: Presiden Instruksikan Eks Gafatar Dilindungi

Sungai Raya, Kalbar, Sayangi.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo kepada dirinya, pihaknya harus memberikan perlindungan bagi seluruh eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ada di Kalbar.

“Sesuai dengan perintah pak Presiden, meski saat ini terdapat pemahaman keyakinan yang beda dari para eks anggota Gafatar ini, namun mereka tetap harus dilindungi, karena mereka juga Warga Negara Indonesia,” kata Khofifah saat meninjau langsung kondisi eks anggota Gafatar di penampungan Bekangdam XII/Tpr di Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya, Jumat.

Menurutnya, para eks anggota Gafatar akan diberikan keamananan saat berada di penampungan saat ini, sampai mereka pulang kekampung halamannya masing-masing.

“Jadi mereka akan kita berikan rasa aman dan nyaman, selama di sini karena mereka juga harus merasa terlindungi. Demikian setelah mereka sampai di daerah mereka masing-masing, juga akan diberikan hal yang sama, sampai mereka siap dikembalikan ke keluarganya masing-masing,” tuturnya.

Terkait hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Polhutkam dan Kementrian PMK.

“Kita akan menyiapkan tim dari MUI dan Depag yang akan memberikan pencerahan terhadap agama mereka masing-masing, kemudian ada tim pendampingan yang akan memulihakn kondisi mental mereka,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar, Cornelis juga berjanji, selama di penampungan, para pengungsi eks anggota Gafatar tersebut akan diberikan perlindungan penuh dan segala kebutuhan mereka akan dipenuhi, sampai mereka semua dipulangkan.

“Berkaca pada kasus ini, bukan berarti kami masyarakat Kalbar tidak mau menerima siapa saja yang datang kemari. Asalkan datangnya baik-baik, tidak menimbulkan keresahan dan sesuai prosedur, tentu kita terima dengan baik juga,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia meminta kepada para eks anggota Gafatar dapat menerima keputusan tersebut dan bisa kembali mengikuti ajaran agama yang sesuai dan tidak menyimpang.