Tak Percaya AS, Ayatullah Khamenei Serukan Kebangkitan Jalur Sutra

Foto: AP

Teheran, Sayangi.Com– Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyerukan pentingnya kebangkitan ekonomi “Jalur Sutra” dan perluasan kerjasama antar negara-negara yang berada di jalur ini.

Ali Khamenei mengatakan hal itu saat bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Teheran, Sabtu (23/1). Demikian dikutip dari kantor berita Iran, Fars News Agency.

Kepada Xi Jinping dan delegasi tingkat tinggi yang menyertainya, Khamenei menyatakan bahwa Iran sedang berupaya memperluas hubungan dengan negara-negara yang lebih independen seperti Cina karena Iran tidak pernah percaya pada Barat khususnya Amerika Serikat.

Khamenei menyebut energi sebagai salah satu masalah penting dunia saat ini. Menurutnya, tidak seperti beberapa negara di kawasan, kebijakan energi Iran tidak berada di bawah pengaruh non-Iran.

Pemimpin tertinggi Iran itu juga menyinggung kebijakan hegemonik dan pendekatan tidak jujur sejumlah negara Barat terutama Amerika Serikat.

Ia menegaskan, klaim AS terkait pembentukan “koalisi anti-teror” adalah sebuah aksi menipu. Hal seperti ini, lanjutnya, merupakan pendekatan AS untuk semua isu dan mereka tidak pernah jujur dalam perilaku mereka.

“Dalam kondisi ini, negara-negara independen harus mengejar kerjasama lebih lanjut dan kesepakatan Iran dan Cina dalam kerangka ini harus ditindaklanjuti dengan serius,” tuturnya.

Ayatullah Khamenei menegaskan, Barat tidak pernah mampu menarik kepercayaan rakyat Iran.

“Bangsa Iran tidak akan pernah melupakan kerjasama Cina di era sanksi internasional. Republik Islam Iran akan mendukung konsep Cina bersatu sebagai bagian dari kebijakan dasar dan menentukan Iran,” jelasnya.

Khamenei juga mengungkapkan penyesalan atas ketidakamanan di kawasan, yang merupakan akibat dari kebijakan keliru Barat dan persepsi menyimpang tentang Islam.

Ia juga menyinggung media dan pemerintah Barat, khususnya AS yang menggunakan istilah “Negara Islam” untuk menyebut kelompok teroris tertentu.

Menurut Khamenei, pendekatan seperti itu merupakan penghinaan terhadap umat Islam dan bukan menanggulangi masalah, namun secara tidak langsung justru mendatangkan alasan untuk penguatan kelompok-kelompok teroris itu.

Ayatullah Khamenei menegaskan, gerakan teroris sepenuhnya berbeda dengan ideologi Islam yang sebenarnya.

Xi Jinping adalah kepala negara pertama, dari kelompok enam negara yang merundingkan perjanjian nuklir untuk mencabut sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran, yang bertemu dengan Khamenei.

Sebelum menemui Ali Khamenei, Xi Jinping telah bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani, di mana kedua pemimpin tersebut menyaksikan penandatanganan 17 perjanjian kerjasama mencakup berbagai bidang, mulai dari energi, teknologi, pariwisata, perdagangan, dan diplomatik.