New York Mulai Bersihkan Kota Pasca Badai Salju

Foto: AFP

New York, Sayangi.Com– Larangan perjalanan di New York City telah berakhir pada Minggu (23/1) siang waktu setempat, sementara wilayah Amerika Serikat bagian timur lainnya mulai mengatasi keadaan akibat badai salju hebat yang melanda pada akhir pekan ini.

Larangan bepergian di New York diberlakukan sejak Sabtu (23/1) pukul 14.30 waktu setempat. Warga New York dilarang untuk keluar rumah dan menunda perjalanan yang tidak penting. Seluruh transportasi publik ditangguhkan, sementara Broadway membatalkan seluruh pertunjukkan dan museum serta pusat-pusat perbelanjaan ditutup.

Walikota New York Bill de Blasio mengatakan, badai salju ini merupakan salah satu yang terburuk di kota tersebut, dengan curah salju kedua tertinggi sejak catatan mulai dilakukan pada tahun 1896.

Selain melanda Kota New York, badai Jonas atau di media sosial dinamakan dengan Snowmageddon dan Snowzilla, ini menimbulkan dampak serius di kawasan Pantai Timur dan Mid-Atlantik, dimana 11 negara bagian sudah menyatakan keadaan darurat.

Hampir 85 juta orang berada di jalur badai ini dan ratusan ribu orang kini hidup tanpa listrik, sementara ribuan lainnya terjebak setelah badai itu melumpuhkan jalan-jalan, jalur kereta api dan penerbangan di sepanjang Pantai Timur Amerika.

Lima negara bagian dilaporkan mengalami curah salju setebal 91 cm atau lebih, dan usaha membersihkan salju telah menewaskan paling tidak enam orang. Dua belas orang lainnya meninggal karena peristiwa terkait badai salju sejak hari Jumat (22/01).

Salju paling tebal (107 cm) jatuh di Glengary, West Virginia.

Di Washington DC, layanan kereta bawah tanah metro dijadwalkan tetap ditutup dan transportasi udara di sejumlah daerah juga mengalami masalah.

Sekitar 7.000 penerbangan dibatalkan pada akhir minggu ini dan masalah diperkirakan akan berlanjut, dengan 615 penerbangan diperkirakan akan dibatalkan pada hari Senin.

Sumber: BBC/AFP