Badai Salju AS, 11 Negara Bagian Umumkan Status Darurat

Foto: AFP

Washington, Sayangi.Com– Sebelas negara bagian di Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan status darurat bencana dan sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas akibat cuaca buruk, sebagian besar penyebabnya kecelakaan lalu lintas.

Badai salju yang melanda sejumlah wilayah timur AS ini mulai terjadi sejak Jumat (22/1) di lebih dari 20 negara bagian. Di sejumlah wilayah, salju mencapai ketebalan 102cm dan sedikitnya 85 juta orang terkena dampaknya.

Warga New York dilarang untuk keluar rumah dan menunda perjalanan yang tidak penting, transportasi dihentikan sementara dan jembatan pun ditutup setelah kota itu diterjang badai salju yang terburuk. Larangan bepergian di New York diberlakukan sejak Sabtu pukul 14.30 waktu setempat.

Walikota New York Bill de Blasio mengatakan badai salju kali ini merupakan salah satu yang terburuk di kota tersebut.

Badai salju juga menyebabkan aliran listrik ke puluhan ribu rumah terhenti dan kemacetan lalu lintas terjadi lebih dari 12 jam di Kentucky dan Pennsylvania.

Kantor-kantor pemerintah federal di Washington DC juga telah ditutup sejak Jum’at siang. Pihak berwenang bahkan mengambil langkah yang jarang dilakukan yaitu menghentikan operasi seluruh sistem transportasi publik DC Metro, termasuk bus dan kereta api.

Badai itu juga menghalangi perjalanan Menteri Pertahanan Amerika Ashton Carter. Pesawat Carter yang sedang dalam perjalanan kembali ke tanah air setelah mengikuti pertemuan selama lima hari di Davos, Swiss harus mengubah arah. Pesawat berteknologi tinggi yang dikenal sebagai “Doomsday Plane” itu tidak bisa mendarat di Pangkalan Udara Andrews di Maryland. Carter terpaksa mengubah jalur ke Tampa, Florida dimana ia akan menunggu hingga bisa terbang kembali ke bandar udara Andrews.

Badan urusan cuaca memperkirakan badai salju akan berlangsung hingga Minggu (24/1) dan bisa menjadi badai terdahsyat dalam sejarah. Warga telah diperingatkan untuk tetap berada di dalam rumah karena salju diserta angin kencang yang kecepatannya di atas 80 kilometer per jam telah menciptakan kondisi yang menghalangi penglihatan dan membuat perjalanan menjadi lebih berbahaya.

Walikota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah, dengan mengatakan kondisi jalan sangat berbahaya. Ia mengatakan kepada CNN bahwa turunnya salju secara terus menerus dan angin kencang menjadi persoalan besar.

Sumber: BBC/CNN.Com