Rapimnas Kubu Aburizal Terbelah, Munaslub Golkar Diputuskan Hari ini

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Peserta Rapimnas Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie menyampaikan pandangan berbeda tentang perlu atau tidaknya penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Berdasarkan 44 pimpinan DPD Tingkat I Golkar dan organisasi sayap yang menyampaikan pandangan umum dalam forum Rapimnas di Jakarta Convention Center, sejak Minggu (24/1) siang hingga tengah malam, 21 menyatakan menolak munaslub, sembilan menyatakan setuju, dan sisanya menyerahkan kepada Rapimnas atau Dewan Pimpinan Pusat.

Pimpinan DPD I Golkar atau organisasi sayap yang menolak penyelenggaraan Munaslub beralasan masih menunggu putusan dari Mahkamah Agung (MA) atas kasasi yang diajukan kubu Agung Laksono. Pandangan ini antara lain disampaikan oleh Ketua DPD I Golkar DKI Jakarta Fuad Mansyur dan Ormas Kosgoro 1957 yang dipimpin Aziz Syamsuddin. Keduanya, selama ini dikenal sebagai loyalis berat Aburizal Bakrie.

Sedangkan DPD Golkar yang mendukung munas atau munaslub berpandangan bahwa munaslub perlu dilakukan untuk menyatukan kembali partai yang sejak setahun terakhir dilanda konflik internal. Ketua DPD I Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah dan Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie termasuk yang menyampaikan pendapat seperti ini, bahkan mengusulkan munaslub sebaiknya dilaksanakan pada bulan Maret 2016.

Sebagian pimpinan DPD I Golkar dan Ormas pendiri/pendukung menyampaikan sikap mengambang, tidak setuju munaslub tapi memahami dinamika politik yang ada dan menyerahkan keputusan pada Rapimnas.

Menanggapi pandangan peserta Rapimnas yang terbelah itu, ketua umum DPP Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie meminta waktu untuk memikirkan jalan keluarnya.

“Saya mohon waktu untuk shalat istikharah, untuk memikirkan apa yang terbaik bagi partai kita,” kata Aburizal, di Jakarta Convention Center, Minggu (24/1/) malam.

Saat wartawan bertanya kepada Aburizal, bukankah ia yang menyampaikan wacana munaslub saat berpidato di pembukaan Rapimnas? Aburizal menjawab: “Saya katakan kemarin, saya akan kerjakan apa saja putusan Rapimnas.”

Sementara itu, Ketua Panitia Rapimnas Nurdin Halid mengatakan, usul penyelenggaraan munaslub yang disampaikan Aburizal Bakrie pada pidato pembukaan Rapimnas hanya melemparkan solusi. Namun, keputusannya tetap ditentukan oleh pimpinan daerah yang menjadi peserta Rapimnas.

“Perlu munaslub atau tidak, akan diputuskan pada hari terakhir Rapimnas, Senin ini,” kata Nurdin.