JK Akan Bujuk Agung Agar Mau Munaslub Bersama Kubu Aburizal

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie yang telah meyakinkan peserta Rapimnas Golkar kubu Munas Bali hingga akhirnya bersedia untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), paling lambat pada bulan Juni atau Mei 2016.

JK meminta agar Munaslub itu mengakomodasi kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono sehingga Golkar bisa bersatu kembali.

“Saya akan bujuk Pak Agung agar bisa bersama-sama menyelenggarakan Munaslub. Untuk bersatu, kedua belah pihak harus bisa memberi dan menerima,” kata Jusuf Kalla, saat berpidato pada acara penutupan Rapimnas Golkar kubu Aburizal Bakrie di Jakarta Convention Center, Senin (25/1) malam.

Pernyataan JK itu disampaikan sebagai respon atas permintaan Aburizal Bakrie, yang dalam sambutannya meminta kepada JK untuk membujuk kubu Agung Laksono agar mau bersama-sama menyelenggarakan Munaslub.

“Saya minta agar pak JK bisa membujuk pak Agung Laksono, saya mohon bujuk beliau. Munaslub akan memilih ketua umum. Kita tidak akan maju lagi. Kita yang tua-tua ini tut wuri handayani, mudah-mudahan setuju, kader kita banyak,” kata Aburizal.

Sebelumnya, Agung Laksono telah menyatakan bahwa kubunya tidak akan mengakui Munaslub yang akan digelar oleh pengurus Golkar pimpinan Aburizal. Ia berpendapat, Munaslub harus diselenggarakan oleh tim transisi sesuai keputusan Mahkamah Partai Golkar.

“Kami tidak akan mengakui. Harus ada pengakuan dari kedua pihak,” kata Agung saat menyampaikan hasil pertemuan pengurus Golkar kubu Munas Ancol di kediamannya, di Jakarta Timur, Senin (25/1).

Payung Hukum Sementara

JK menekankan agar penyelenggaraan Munaslub melibatkan kedua kubu Golkar yang selama ini bersengketa.

“Saya tanya ke Pak Yasonna Laoly, apabila Golkar mengadakan Munaslub apakah sah atau tidak. Beliau jawab sah asalkan digelar bersama-sama,” kata JK.

Menurut Kalla, Menteri Hukum dan HAM akan membuat payung hukum khusus dalam bentuk surat pengesahan sementara agar penyelenggara munaslub memiliki legalitas hukum yang kuat.

“Beliau akan mengeluarkan surat khusus sebelum putusan MA, persetujuan sementara supaya munas sah. Karena janji itu disampaikan kepada Wapres, tentu harus dilaksanakan,” ujar JK, disambut anggukan Yasonna laoly.

JK tidak secara spesifik menyebutkan apakah penyelenggara ditunjuk berdasarkan Munas Bali atau Munas Riau.

“Penyelenggara adalah DPP Golkar rekonsiliasi, keikutsertaan semua, yang penting Golkar,” kata JK.