Generasi Muda Golkar Setuju Munas Libatkan KPK

Jakarta, Sayangi.com – Generasi Muda Partai Golkar setuju Musyawarah Nasional Golkar mendatang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna memastikan penyelenggaraan Munas bersih dari politik uang.

“Ide atau tawaran tentang masuknya KPK dan PPATK dalam proses munas nanti saya kira patut dipertimbangkan sehingga Munas bersih dan menghasilkan ketua umum yang betul-betul diharapkan publik,” ujar anggota Generasi Muda Golkar Ace Hasan Sadzily dalam konferensi pers Generasi Muda Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat.

Ide melibatkan KPK dan PPATK dilontarkan sejumlah kader Golkar, termasuk Ketua Umum Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono.

Menurut Generasi Muda Golkar, meskipun tidak ada dalam aturan mana pun bahwa KPK bisa ikut serta dalam Munas Golkar, namun menurut dia hal itu bukan halangan karena Presiden Jokowi juga pernah melibatkan KPK dalam menyeleksi para menterinya.

Anggota Generasi Muda Golkar lainnya Ahmad Doli Kurnia menyatakan Menkumham telah mengeluarkan SK mengesahkan Golkar kepenguusan Riau guna menyelenggarakan Munas.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh kader Golkar menyambutnya dengan kembali ke rumah besar Golkar bersama-sama.

“Maka dari itu konferensi pers ini kami beri tema¬†welcome home. Kami mengajak seluruh kader kembali ke rumah kita bersama,” jelas Doli.

Sementara itu kader muda Golkar Andi Sinulingga mengatakan pensahan kepengurusan Golkar hasil Munas Riau membuat tidak ada lagi pengelompokkan berdasarkan munas Jakarta dan Bali.

“Yang ada sekarang adalah kepengurusan Golkar hasil Munas Riau. Kami sendiri yang ada dalam konferensi pers ini merupakan fungsionaris DPP Golkar hasil Munas Riau, sekarang semua kembali ke titik nol,” tegas Andi.
Jakarta (ANTARA News) – Generasi Muda Partai Golkar setuju Musyawarah Nasional Golkar mendatang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna memastikan penyelenggaraan Munas bersih dari politik uang.

“Ide atau tawaran tentang masuknya KPK dan PPATK dalam proses munas nanti saya kira patut dipertimbangkan sehingga Munas bersih dan menghasilkan ketua umum yang betul-betul diharapkan publik,” ujar anggota Generasi Muda Golkar Ace Hasan Sadzily dalam konferensi pers Generasi Muda Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat.

Ide melibatkan KPK dan PPATK dilontarkan sejumlah kader Golkar, termasuk Ketua Umum Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono.

Menurut Generasi Muda Golkar, meskipun tidak ada dalam aturan mana pun bahwa KPK bisa ikut serta dalam Munas Golkar, namun menurut dia hal itu bukan halangan karena Presiden Jokowi juga pernah melibatkan KPK dalam menyeleksi para menterinya.

Anggota Generasi Muda Golkar lainnya Ahmad Doli Kurnia menyatakan Menkumham telah mengeluarkan SK mengesahkan Golkar kepenguusan Riau guna menyelenggarakan Munas.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh kader Golkar menyambutnya dengan kembali ke rumah besar Golkar bersama-sama.

“Maka dari itu konferensi pers ini kami beri tema¬†welcome home. Kami mengajak seluruh kader kembali ke rumah kita bersama,” jelas Doli.

Sementara itu kader muda Golkar Andi Sinulingga mengatakan pensahan kepengurusan Golkar hasil Munas Riau membuat tidak ada lagi pengelompokkan berdasarkan munas Jakarta dan Bali.

“Yang ada sekarang adalah kepengurusan Golkar hasil Munas Riau. Kami sendiri yang ada dalam konferensi pers ini merupakan fungsionaris DPP Golkar hasil Munas Riau, sekarang semua kembali ke titik nol,” tegas Andi.