Hary Tanoe Laporkan Jaksa Agung ke Bareskrim Polri

Foto: Sayangi.Com/Emil

Jakarta, Sayangi.Com– Bos MNC Group yang juga Ketua Umum Partai Perindo, Harry Tanoesoedibjo, mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Jaksa Agung H.M. Prasetyo dan Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Yulianto.

Hary Tanoe melaporkan keduanya dengan dugaan melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, Fitnah, dan Keterangan Palsu serta Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Saya baru saja mendampingi Pak Hary membuat dua laporan polisi. Pertama untuk Prasetyo, kedua untuk Yulianto. Yang menjadi dasar laporan adalah dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan memberikan keterangan palsu,” kata kuasa hukum Hary, Hotman Paris, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/2).

Dalam laporan pertama, bernomor LP/134/II/2016/Bareskrim, tanggal 5 Februari 2016, Hary Tanoesoedibjo melaporkan Yulianto atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah, keterangan palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP, 318 KUHP, dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Laporan kedua, dengan nomor LP/135/II/2016/Bareskrim tanggal 5 Februari 2016, Hary Tanoesoedibjo melaporkan Jaksa Agung H.M. Prasetyo atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah, keterangan palsu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP, 318 KUHP, dan/atau Pasal 27 Ayat 3 UU No. 11/2008 tentang ITE.

Dalam penjelasan kepada wartawan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat siang, Hary Tanoe mengatakan bahwa ia menyesalkan sikap Yulianto yang melaporkan dirinya ke Bareskrim dengan tuduhan telah melakukan ancaman melalui sms.

Menurut Hary, sms yang disampaikannya ke Yulianto adalah bentuk cita-cita idealnya terhadap bangsa Indonesia. Dia berharap pesan singkat itu didukung oleh Yulianto. Yang terjadi justru sebaliknya, Yulianto menganggap sms itu ancaman dan melaporkan ke Bareskrim Polri.

“Intinya saya sangat menyesalkan karena saya dilaporkan dan diberitakan mengancam. Padahal, saya tidak mengancam,” ujar Hary.

Sebelumnya, pada tanggal 28 Januari 2016, Yulianto telah melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri dengan tuduhan telah mengirim pesan singkat bernada ancaman terkait dengan penanganan kasus yang tengah ditanganinya, yakni dugaan korupsi restitusi pajak Mobile-8.

Pesan bernada ancaman itu diterima oleh Yulianto tiga kali melalui SMS maupun aplikasi Whatsapp, yakni  tanggal 5 Januari 2016, 7 Januari 2016, dan 9 Januari 2016.

Dalam rapat kerja antara Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR, bulan Januari lalu, Jaksa Agung Prasetyo juga mengungkapkan bahwa salah seorang penyidik yang menangani perkara Mobile-8 menerima pesan singkat dari seseorang.

Ketika itu, walau ditanya oleh anggota Komisi III DPR, Prasetyo tidak bersedia mengungkap orang yang mengirimkan pesan tersebut. Menurutnya, isi pesan itu merupakan tekanan terhadap penyidik yang sedang menjalankan tugasnya.

Beberapa hari kemudian, Prasetyo menyebut pengirim pesan singkat itu adalah Hary Tanoesoedibjo.