Gerindra DKI Ultimatum Ridwan Kamil Agar Tentukan Sikap

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sampai saat ini belum menyatakan kesediaan untuk menjadi calon dari Partai Gerindra pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI tahun 2017. Karena itu, Partai Gerindra DKI Jakarta mengultimatum Ridwan Kamil untuk segera menentukan sikap sebelum tahap penjaringan ditutup pada 20 April 2016.

“Lepas dari tanggal itu, Ridwan Kamil tak akan diikutkan dalam seleksi penjaringan Cagub,” kata Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra, Syarif, di kantor DPC Partai Gerindra Jakarta Utara, Sabtu (6/2).

Menurut Syarif, dari delapan nama yang masuk ke tim penjaringan, ada lima yang mengikuti tahapan penjaringan yakni Sandiaga Uno, Biem Benjamin, Muhammad Taufik, Muhammad Sanusi, dan Ahmad Muzani. Dua orang sudah memutuskan tidak mengikuti tahapan penjaringan, yakni Sjafrie Sjamsoedddin dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

“Pak Sjafrie bilang mau lanjutkan S3, sementara Saefullah beralasan karena PNS sehingga tidak bisa maju,” kata Syarif.

Syarif menyatakan, Ridwan Kamil harus menentukan sikap sebelum 20 April.

Meski sudah dihubungi beberapa kali oleh Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik, Ridwan Kamil tampaknya masih bingung untuk menentukan sikap. Saat acara penjaringan, bulan Januari lalu, Ridwan Kamil tak bisa hadir karena akan menjalankan ibadah umroh.

Saat Ridwan Kamil hadir di peringatan HUT ke-8 Partai Gerindra di Kota Bandung, Sabtu (6/2) siang, seorang kader Gerindra bertanya apakah dirinya akan mencalonkan diri pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menjawab pertanyaan itu, Ridwan Kamil mengakui bahwa ada beberapa partai politik yang sudah berkomunikasi membahas pencalonan dirinya pada Pilgub DKI 2017.

Namun, katanya, sampai saat ini ia belum bisa memutuskan karena tidak mudah baginya untuk meninggalkan Kota Bandung.

“Saya mau istikharah dulu. Sekarang saya lagi rajin mendengarkan dan meneliti masukan yang datang,” kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.