SBY: Bagus Jika Rakyat Tidak Takut Bicara

Foto: dokumentasi

Jakarta, Sayangi.Com– Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut gembira pernyataan juru bicara Presiden Johan Budi bahwa Presiden mau dikritik, dan pernyataan Menko Polhukam bahwa pemerintah siap dikritik.

“Kalau hal ini benar adanya, Presiden dan Pemerintah akan sukses laksanakan tugasnya. Kritik tidak sama dengan menghujat dan mengganggu,” kata SBY, melalui akun twitter pribadinya ‏@SBYudhoyono, yang diunggah Selasa (9/2) malam.

Selain dua tweet di atas, SBY juga menulis enam kicauan lainnya, yakni:

@SBYudhoyono: “Mudah-mudahan tak ada lagi “pesan-pesan ketidaksenangan” atas tweet saya. Saya bisa menghirup kembali segarnya udara demokrasi.”

@SBYudhoyono: “Harapan saya, ini berlaku bagi siapapun yg ingin menyampaikan pandangan, komentar & mungkin kritik kpd pemimpin & pemerintahnya.”

@SBYudhoyono: “Bagus jika rakyat tidak takut bicara. Tentu bicara yg tepat, diperlukan (necessary), santun (civilized) & bertanggung jawab.”

@SBYudhoyono: “Sementara, Partai Demokrat konsisten utk katakan “Demokrat Tetap NON-BLOK, Tak Masuk KIH & Tak Masuk KMP. Ya, Non-Blok.”

@SBYudhoyono: “Partai Demokrat juga konsisten utk katakan “Pemerintah Benar, Kami Dukung; Pemerintah Salah, Kami Koreksi. Jelas & Tegas!”

@SBYudhoyono: “Selamat bertugas Presiden Jokowi & Kabinet Kerja. Semoga sukses. Stabilitas, pembangunan ekonomi & demokrasi sama pentingnya.”

Sebelumnya, SBY melalui tayangan wawancara dirinya yang diunggah di Youtube mengatakan bahwa ada orang dalam lingkaran Istana tidak suka dikritik olehnya.

Pernyataan SBY tersebut, mendapat tanggapan dari Jubir Presiden Johan Budi dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Johan Budi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak antikritik. Sedangkan Luhut Pandjaitan mengatakan: “Kami senang dikritik. Kritik supaya kami lebih canggih lagi.”

Menurut Luhut, pemerintah tidak ingin mempretensi diri sebagai pihak yang paling benar. Karena itu, ia menambahkan: “Kami senang, menerima, dan mengundang (kritik). Di mana kekurangannya, kami cari perbaikan.”