Presiden ADB Beri Komitmen Pendanaan Indonesia 10 Miliar Dolar

Foto: Humas Setkab/Agung)

Jakarta, Sayangi.Com– Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao menyampaikan komitmen peningkatan pembiayaan untuk Indonesia menjadi 2 miliar Dolar AS per tahun selama lima tahun ke depan, atau total senilai 10 miliar Dolar AS.

“Presiden ADB mengatakan siap membantu pembiayaan proyek-proyek infrastruktur kita,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dalam keterangan pers, usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima Presiden ADB Takehiko Nakao di Istana Merdeka, Jumat (12/2).

Di samping itu, lanjut Sofyan, ADB juga akan memberikan pinjaman langsung ke bank. “Pinjaman dari ADB ini bunganya murah, rentangnya nggak sampai 2%. Tenornya ada yang sampai 30 tahun,” kata Sofyan Djalil.

Selain pinjaman untuk proyek, ADB secara aktif memanfaatkan pinjaman berbasis kebijakan (policy-based loan) dan pinjaman berbasis hasil (result-based lending).

Pinjaman berbasis hasil, lanjut Sofyan, merupakan pembiayaan yang pencairannya dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai, dan bukan dengan biaya proyek yang telah dibelanjakan.

“Dengan demikian mereka tidak terkait pada sistem tender, ikut sistem tender kita saja, karena dianggap sistem tender Indonesia sudah cukup baik,” ujar Sofyan.

Perkuat reformasi ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Presiden ADB Takehiko Nakao memuji keberhasilan pemerintah dalam mengelola perekonomian, yang ditandai dengan inflasi rendah serta defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan yang menurun.

“Di tengah gejolak keuangan dunia dan merosotnya harga komoditas, reformasi ekonomi di berbagai bidang di Indonesia telah meningkatkan keyakinan pasar,” kata Nakao.

Menurut Nakao, sangat penting bagi Indonesia untuk melanjutkan dan memperkuat momentum reformasi yang akan membantu proses diversifikasi ekonomi dan memungkinkan seluruh penduduk Indonesia menikmati potensi pertumbuhan.

Reformasi ekonomi yang dimaksudkan oleh Nakao adalah pengurangan subsidi bahan bakar, peningkatan belanja infrastruktur dan belanja sosial, percepatan pelaksanaan proyek, kemudahan perdagangan dan investasi asing, percepatan izin usaha, perluasan kawasan ekonomi khusus dan pengembangan kawasan pariwisata.

Nakao mengucapkan selamat atas pengumuman revisi terhadap Daftar Negatif Investasi (DNI) yang akan membuka peluang investasi asing di 35 sektor baru dan membuka peluang kepemilikan lebih luas di beberapa sektor.

Presiden ADB juga menyambut baik berbagai inisiatif kemudahan pembiayaan infrastruktur, termasuk PMN untuk BUMN serta jaminan pemerintah untuk pinjaman langsung dari lembaga keuangan internasional kepada BUMN.