Ketua KPK Persilakan Mantan Rektor Unair Ajukan Praperadilan

Surabaya, Sayangi.Com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan mantan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Fasichul Lisan mengajukan praperadilan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Pendidikan Unair.

“Boleh dan silakan kalau mau mengajukan praperadilan karena itu haknya,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan usai memberikan kuliah tamu wawasan kebangsaan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (2/4).

Pada kasus ini, menurut Agus, penyidik masih mengumpulkan bukti dan data sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk ada atau tidaknya tersangka baru.

“Penggeledahan sudah dilakukan, sekarang masih mengumpulkan data dan menganalisanya. Setelah itu ditentukan langkah berikutnya,” kata Agus.

Karena masih dalam tahap proses, lanjutnya, KPK belum menjadwalkan pemanggilan Prof Fasich untuk diperiksa lebih dalam oleh penyidik, termasuk tahapan penahanan.

“Tahapan pemanggilan saja belum. Pelan-pelan, dan jangan terburu-buru. Yang pasti penyidik tetap bekerja menyelesaikan kasus ini,” katanya.

Sebelumnya, sekretaris umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Unair Akmal Budianto menyarankan Prof Fasich menempuh jalur praperadilan. Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk menyiapkan ahli hukum dari Surabaya maupun Pusat, untuk memberikan pendampingan hukum bagi rektor dua periode itu.

Akmal menyebut beberapa nama pengacara kondang yang disiapkan, antara lain Maqdir Ismail, Jansahrul, hingga Yusril Ihza Mahendra.

“Yang jelas semua ahli hukum Unair dikerahkan, tapi keputusan ada di Prof Fasich, beliau mau menerima atau tidak,” kata Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unair itu.

KPK, pada Rabu (30/3), menetapkan Fasichul Lisan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan dengan kerugian negara Rp85 miliar dari total anggaran pembangunan rumah sakit sebesar Rp300 miliar.

Sumber: Antara