Sri Mulyani Siap Lanjutkan Program Pembangunan Pemerintah

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, siap melanjutkan program pembangunan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih memadai bagi warga kurang mampu dan masyarakat secara keseluruhan. 

Dia bukan wajah baru di pemerintahan, karena pernah ada di posisi itu pada masa pemerintahan Presiden Susilo Yudhoyono. Adalah Mulyani yang juga berperan besar menyelamatkan ekonomi nasional saat dunia sedang meredup perekonomiannya sebagai imbas dari skandal keuangan global di Amerika Serikat saat itu. 

“Saya akan melakukan segala upaya untuk mendorong agenda pembangunan Indonesia, dengan tujuan penyediaan layanan yang lebih baik bagi warga miskin dan memastikan masyarakat bisa memperoleh manfaat dari ekonomi yang berkembang,” kata Mulyani, di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan kembali menjabat sebagai menteri keuangan merupakan kehormatan besar, karena bisa melayani pemerintahan saat ini, dan siap melanjutkan program reformasi yang telah berjalan secara baik.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkarir selama enam tahun di Bank Dunia yang terus berkomitmen kepada pengentasan kemiskinan dan pembagian kesejahteraan. 

Untuk itu, dia mengaku siap bekerja sama dengan Bank Dunia maupun lembaga multilateral lainnya untuk menjawab berbagai tantangan maupun persoalan dalam pembangunan.

 
Saat dia mengakhiri jabatannya di Departemen Keuangan, pada Mei 2010 untuk kemudian pindah ke Amerika Serikat bergabung dengan Bank Dunia, suasananya cukup dramatis. 

“Meskipun lembaga multilateral dianggap kurang populis di berbagai dunia, namun keberadaannya tetap dibutuhkan. Saya tetap berkomitmen terhadap prinsip tersebut dan siap bekerja sama dengan mitra untuk mengatasi tantangan besar,” katanya.

Mulyani kembali menjabat sebagai menteri keuangan, setelah sebelumnya mengemban tugas itu pada periode 2005-2010. Kini dia menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Wanita kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962, ini mulai berkarir di pemerintahan sejak era Presiden Susilo Yudhoyono, yaitu menjadi menteri perencanaan pembangunan nasional/kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I.

Lalu dia menggantikan Jusuf Anwar pada 2005, dan merangkap sebagai pelaksana tugas menteri koordinator bidang perekonomian setelah Boediono menjadi Gubernur Bank Indonesia pada 2008.

Mulyani kembali menjadi menteri keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, namun hanya beberapa bulan menjabat, karena mengundurkan diri pada Mei 2010 untuk mengisi posisi sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Mantan pengamat ekonomi ini menjadi pelopor reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan pernah mengawal pelaksanaan sunset policy pada 2008, sehingga penerimaan pajak tercapai.

Sebelumnya, pemegang gelar Master of Science of Policy Economics dan PhD of Economics dari University of lllinois Urbana Champaign, Amerika Serikat, ini pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Mantan Direktur Eksekutif IMF ini pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia dari Majalah Emerging Markets pada 2006, dan terpilih sebagai wanita berpengaruh ke 23 dunia versi majalah Forbes pada 2008.

Namun, Sri pernah disebut-sebut dalam kasus penyelamatan Bank Century dan kebijakannya dipertanyakan karena bail out itu menimbulkan masalah serta dianggap merugikan keuangan negara. Pejabat-pejabat tinggi lain juga disebut-sebut, di antaranya Jusuf Kalla, yang kini menjadi wakil presiden. (Ant)