Djoko Edhi: Pilkada DKI Pertarungan Trilogi Das Kapital

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPR RI periode 2004-2009 Djoko Edhi Abdurrahman menilai kompetisi tiga pasangan calon pada Pilkada DKI Jakarta merupakan perwujudan dari pertarungan tiga kekuatan kapitalisme dunia yang ia sebut sebagai Trilogi Das Kapital.

“Saya menyebutnya pertarungan Trilogi Das Kapital, merujuk pada buku terkenal Karl Marx yang merupakan kritik terhadap kapitalisme yaitu Das Kapital. Nah, tiga orang ini di belakangnya adalah kaum kapitalisme dunia,” kata Djoko dalam perbincangan dengan Sayangi.com , Senin (5/10) malam.

Menurut Djoko, Ahok di belakangnya adalah OBOR (on belt on road, one China). OBOR ini pertama kali disosialisasikan pada Agustus 2014 oleh Perdana Menteri China Li Keqiang di jakarta. PM Li berpidato dengan judul “Kohesi Kebangsaan Bangsa China”. Pada perjalanan selanjutnya disusunlah agreement yang menyebut soal rencana memasukkan 10 juta penduduk China ke Indonesia

“Presiden China Xi Jinping memasukkan Indonesia di dalam OBOR, sebelumnya dalam organisasi Silk Road, Indonesia tidak termasuk. OBOR ini punya mercusuar untuk bergantung yang namanya Ahok. Ini case pertama terhadap sistem politik kita, sebelumnya kan Ahok nebeng Jokowi. Pertarungan Ahok sendiri sebagai Hoakiau baru sekarang ini,” kata Djoko.

Sedangkan Anies Baswedan menurut Djoko Edhi di belakangnya adalah kelompok Al-Abraj.

“Anies itu didukung Al-Abraj, yang merupakan Freemasonry Timur Jauh dimana pemukanya adalah tokoh-tokoh dunia seperti Perves Musharraf, Raja Salman Arab Saudi, Pangeran Kwait, Pangeran UEA, Dubai, Qatar, Oman dan lain-lain,” katanya.

Al-Abraj menurut Djoko sejak beberapa bulan lalu telah mengakuisisi sejumlah perusahaan di Indonesia.

Sedangkan Agus dalam analisa Djoko Edhie didukung oleh Freemasonry Amerika. Kelompok ini telah berhasil mendudukkan SBY sebagai presiden RI dan sekarang menjagokan Agus Harimurti Yudhoyono.

“Freemasonry selalu mengontrol naik-turunnya pemimpin negara-negara di dunia. Bahwa freemasonry bertanding itu asimetrisnya, yang bertanding ini kan proxynya. Freemasonry yang ada di SBY yang mendukung Agus itu adalah Freemasonry Amerika,” jelas Djoko.

Terkait figur yang lebih pas memimpin Jakarta, Djoko menyampaikan harapannya terhadap soso Agus Yudhoyono yang dinilainya sebagai pribumi asli.

“Saya pribadi maunya pribumi harus menang, kenapa Agus? karena Anies itu Arab, yang dalam Indische Statsregelling disebut Timur Asing,”

Menurut Djoko, dalam sejarahnya menurut Indische Statsregelling (IS) disebutkan ada tiga kelompok yang disebut warga negara Hindia Belanda yaitu, orang Eropa, Timur Asing, dan Pribumi.

“Orang Eropa itu Belanda. Sedangkan yang dimaksud Timur Asing adalah keturunan Arab, China, dan India. Pribumi adalah orang indonesia asli seperti kita ini,” kata Djoko.