Prof. Yunahar Ilyas: Mau Apalagi Jokowi ke Muhammadiyah?

Ist

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Joko Widodo diagendakan akan bersilaturrahim ke kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/11) besok. Kunjungan ini dilakukan setelah Jokowi pada hari ini mengunjung kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Kunjungan Jokowi ini diprediksi masih tetap berkaitan dengan masalah yang menyeret “orang dekatnya” Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama. Kasus ini sudah menyulut kemarahan dan aksi besar-besaran umat Islam.

Terakhir, aksi menuntut agar Ahok dipenjara terjadi pada 4 November lalu. Saat itu, jutaan umat Islam mengepung Istana Negara meminta Jokowi tidak agar melindungi Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut. Namun sayangnya, saat didemo, Jokowi malah ‘ngacir’ ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kini Jokowi tampak masih sibuk mencari dukungan umat Islam. Salah satunya dengan mengunjungi ormas-ormas Islam, termasuk PP Muhammadiyah.

Menanggapi hal ini, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Yunahar Ilyas mengaku tidak tahu maksud dan tujuan kedatangan Jokowi. Dia belum tahu apa agenda pertemuan tersebut.

“Enggak tahu tuh. Lihat besok saja,” kata Yunahar saat dihubungi wartawan, Senin (7/11).

Bahkan, dengan nada sedikit kecewa, Yunahar mempertanyakan kedatangan Jokowi. Sebab, baru pada 1 November lalu, Muhammadiyah diundang ke Istana bersama NU dan MUI.

“Mau apalagi (Jokowi ke Muhammadiyah)?” ujarnya.

“Tapi dalam Islam, tamu harus dihormati. Apalagi ini Presiden. Ya (akan) diterima.”

Oleh karenanya, jika Jokowi datang ke Muhammadiyah masih akan membahas Ahok, pihaknya akan menekankan lagi proses hukum harus dijalankan dengan jujur, adil dan aspiratif. Ia tidak mau penegakan hukum terhadap Ahok hanya main-main dan pura-pura saja.

“Aspirasi umat harus didengarkan oleh Jokowi,” tegasnya.