Suasana Memanas, Jokowi Dikawal Kendaraan Tempur Saat ke Kantor Muhammadiyah

Ist

Jakarta, Sayangi.com – Suasana pasca-aksi 4 November 2016 masih terus memanas. Apalagi setelah aparat kepolisian pada tengah malam tadi menangkap lima aktivis HMI terkait aksi jutaan umat Islam yang menuntut penangkapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kelima aktivis HMI ditangkap karena dituduh melakukan provokasi saat aksi 4 November lalu. Tuduhan ini sudah dibantah tidak hanya oleh kubu HMI, tetapi juga oleh organisasi lain yang ikut turun dalam aksi 4 November 2016 tersebut, yaitu dari Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI).

Jokowi sendiri tampak sibuk mengawal kasus yang menyeret Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama. Jokowi sudah berkunjung ke beberapa tokoh dan ormas-ormas besar. Di antaranya Prabowo Subianto, NU, dan Muhammadiyah.

Kesibukan Jokowi ini pun akhirnya menimbulkan spekulasi publik bahwa Jokowi benar-benar ingin melindungi Ahok dari jerat hukum. Benarkah demikian? Jokowi berkali-kali mencoba membantahnya.

Namun saat berkunjung ke Muhammadiyah, pengawalan Jokowi jauh lebih ketat dibanding saat berkunjung ke kantor PBNU pada Senin (7/11). Saat berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah, Jokowi dikawal dua Panser Anoa.

Dua kendaraan tempur itu terparkir berbaris. Panser Anoa bersiaga di sisi kanan gedung PP Muhammadiyah.

Di kantor Muhammadiyah, Jokowi menegaskan lagi bahwa dirinya tidak akan melindungi Ahok dalam kasus yang menjeratnya. Jokowi menyatakan menyerahkan kasus mantan wakilnya saat menjabat Gubernur DKI itu ke proses hukum.