Fadli Zon: Kader HMI Ditangkap, Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

Ist

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua DPR RI bidang Korpolkam, Fadli Zon, menyoroti penangkapan sejumlah kader Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilakukan kepolisian, Selasa (8/11) dini hari.

Penangkapan dilakukan terhadap lima pengurus dan kader Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) terkait insiden aksi 4 November malam hari.

Fadli Zon menyatakan bahwa operasi penangkapan lima pengurus HMI di kantor sekretariat HMI perlu dipertanyakan dasarnya.

“Apakah penangkapan tersebut dilakukan sesuai protap? Dan, juga kenapa pihak Kepolisian tak melakukan pemanggilan terlebih dulu kepada yang bersangkutan?” kata Fadli Zon dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (9/11).

Fadli Zon mengingatkan bahwa para aktivis HMI bukan pelaku tindak kriminal sebagaimana penjahat terorisme atau narkotika.

“Mereka menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, atas lambatnya proses penegakkan hukum di Indonesia terkait kasus penistaan agama oleh Ahok,” jelas Ketua Umum DPN HKTI ini.

Fadli meminta agar insiden yang terjadi malam hari 4 Nopember diusut lebih dulu. Sehingga bisa diketahui siapa memprovokasi siapa dan siapa yang memulai keributan. Selain itu juga biar diketahui siapa yang memerintahkan lontaran gas airmata. Apakah sudah sesuai prosedur penanganan.

“Perlakuan pihak kepolisian hendaknya jangan berlebihan. Harus proporsional dan profesional. HMI adalah organisasi mahasiswa yang terpandang dan telah melahirkan banyak pemimpin bangsa,” jelasnya.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini, operasi penangkapan kepolisian terhadap lima kader HMI yang tak proporsional dikhawatirkan akan semakin memperkeruh suasana. Sebab cara-cara yang dilaksanakan dianggap kurang wajar, dilakukan tengah malam, seperti operasi penangkapan PKI di masa lalu.

“Penangkapan kader HMI ini juga akan memperkuat kecurigaan masyarakat, bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah tumpul ke atas. Ini bisa dilihat sebagai upaya mengebiri sikap kritis masyarakat terhadap kasus Ahok,” tandasnya.

Fadli Zon juga mempertanyakan tindakan kepolisian yang sangat cepat melakukan penangkapan terhadap kader HMI, padahal kasusnya baru terjadi beberapa hari. Namun, kepolisian lambat dalam menangkap Ahok meskipun bukti dan saksi ahli sudah lengkap semua. Malah kini dipertontonkan transparansi kebodohan soal bahasa.