Tegas, Kivlan Zein Nyatakan Siap Jadi Tameng Hidup Habib Rizieq

Ist

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein menegaskan dukungannya terhadap Aksi Bela Islam yang dipimpin Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Sebab, aksi tersebut merupakan perjuangan menuntut penegakan hukum dan keadilan di negeri ini, terutama terkait kasus penistaan agama oleh Basuki T Purnama (Ahok).

Oleh karenanya, Kivlan dengan tegas menyatakan bahwa demi penegakan kebenaran dan keadilan itu, ia rela menjadi tameng hidup untuk Rizieq Shihab. Terutama kata dia, jika aparat Polri/TNI melakukan tindakan represif berupa penembakan, pada aksi 411 dan 212.

“Waktu 411, saya berada di sampingnya Habib Rizieq, karena dia ada perjanjian aksi Bela Negara kalau dia tertembak, dan maka saya akan memimpin massa. Rencananya, waktu 212 itu saya juga mendampinginya,” kata Kivlan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/12).

Menurut Kivlan, langkah tersebut diambil murni karena ia menginginkan agar hukum di negeri ini ditegakkan tanpa pandang bulu.

Selain itu, Kivlan juga menegaskan bahwa sebagai seorang muslim, dirinya merasa terpanggil atas kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur petana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kendati begitu, ia berjanji, perjuangannya dalam menegakkan kebenaran akan dilakukan dengan cara legal, bukan makar seperti yang selama ini dituduhkan terhadap dirinya.

“Kalau agama Islam dihina, masa’ saya diam, yah harus dibela. Tapi, dibela dengan cara-cara legal yaitu keadilan di pengadilan. Tapi, saya lihat keadilan itu tidak ditegakkan. Yang lain menghina Islam langsung ditahan, dipenjara. Kok ini enggak ditahan. Kenapa?” kata Kivlan.

“Apa karena ada kekuatan apa di balik ini? Berarti ada kekuatan besar supaya Ahok tidak ditangkap. Karena kalau Ahok tidak ikut dan jadi tidak menang. Kalau tidak menang, orang-orang di belakang dia enggak dapat tempat, enggak dapat properti, reklamasi pulau tidak dilaksanakan,” jelasnya.