Presiden Jokowi Awali Kunjungan Kenegaraan di Iran

New Delhi, Sayangi.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kunjungan kenegaraannya di Iran setelah sampai di Bandar Udara Internasional Mehrabad, Teheran Iran, Selasa sekitar pukul 16.20 waktu setempat atau pukul 19.50 WIB.

Cuaca dingin menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat tiba di Tehran.

Presiden Jokowi tiba di Tehran setelah menjalani penerbangan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 selama 3 jam 30 menit dari Pangkalan Udara Palam, New Delhi India.

Tiba di Bandara Internasional Mehrabad, Presiden dan Ibu Negara Iriana disambut oleh Direktur Jenderal Protokol Kepresidenan Iran MS Abdollahi dan Duta Besar Indonesia untuk Iran Octavino Alimudin.

Di bawah tangga pesawat, Presiden dan Ibu Negara Iriana menerima bunga dari dua putra dan putri Iran serta disambut oleh Menteri ICT Iran Mahmoud Vaezi. 

Setelah itu, Presiden dan Ibu Negara Iriana melewati prosesi jajar kehormatan. Tidak berapa lama, Presiden dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan dengan berkendaraan mobil menuju tempat hotel menginap selama berada di Tehran.

Di Tehran, Presiden akan memulai kunjungan kerjanya esok hari, Rabu 14 Desember 2016.

Presiden Jokowi direncanakan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, dan Supreme Leader (Pemimpin Agung) Iran Ayatollah Seyed Ali Khameinei, demikian dilaporkan kantor berita Antara.

Presiden juga akan menghadiri acara Ramah Tamah dan Santap Malam dengan staf KBRI Tehran dan masyarakat Indonesia di Wisma Indonesia, Tehran, sebelum kembali ke Tanah Air pada Rabu petang, 14 Desember 2016.

Adapun kunjungan kenegaraan ke Iran tersebut merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Iran ke Indonesia pada April 2015.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan dari New Delhi India menuju Teheran Iran, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.