Tidak Fokus, Target Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Gagal

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Kebijakan Publik APINDO Danang Girindra Wardhana mengatakan, paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah Jokowi-JK belum terimplementasi dengan baik. Akibatnya, target yang ingin dicapai dari kebijakan tersebut tidak tercapai.

“Implementasinya molor bagi dunia usaha, padahal target besarnya Presiden Jokowi adalah meningkatkan iklim investasi, mengejar kemudahan dalam implementasi bisnis, menderegulasi dan mendebirokratisasi, target ini belum tercapai,” kata Danang dalam diskusi Kaukus Muda Indonesia (KMI)  bertajuk “Refleksi Bidang Ekonomi 2016”, di Gedung JMC Jalan Kebon Sirih Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Menurut Danang, di antara penyebab gagalnya paket kebijakan ekonomi itu karena lambannya kinerja Kabinet Kerja Jokowi.

“Saya termasuk yang mengapresiasi paket kebijakan ekonomi pemerintah Jokowi-JK. Kebijakan ini bagus, hanya kami kritik terhadap implementasinya, mengapa? Karena kepatuhan para pembantu presiden (enteri-menteri), lembaga dan pemerintah daerah tidak seperti yang diharapkan terhadap implementasi paket kebijakan ekonomi,” jelasnya.

Selain Danang, hadir dalam diskusi ini Pengamat Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira Kepala Sub Direktorat Sektor Primer Direktorat Deregulasi penanaman modal BKPM Sri Endang Novitasari.

Hal serupa juga disampaikan Bhima Yudhistira. Menurutnya, secara konsep paket kebijakan ekonomi dari 1 sampai 14 sudah bagus, namun masih minim implementasi di daerah.

“Sebagai contoh penerapan kebijakan 1 pintu terkendala di daerah, yaitu tadinya 1 pintu tetapi menjadi 1000 jendela dan daerah tidak punya persepsi yang sama, yaitu menyangkut perizinan, deregulasi yang seharusnya bisa lebih cepat, namun di daerah malah berfikirnya perizinan itu adalah salah satu bagian dari pendapatan, inilah yang harus dihilangkan,” ujarnya.

Padahal menurut Bhima, kalau dilihat dari jangka panjangnya, perizinan jadi lebih mudah dan deregulasi ini seharusnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah. Oleh karenanya harus ada persamaan persepsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Penyebab lain di balik gagalnya paket kebijakan ekonomi Jokowi ini karena terlalu banyak, sehingga tidak fokus.

“Jadi saya menyarankan agar sebaiknya paket kebihakan ekonomi harus dievaluasi dan tidak perlu banyak dikeluarkan paket kebijakan ekonomi, tetapi yang terpenting harus fokus, apa yang mau disasar, karena sekarang ini yang lebih urgent adalah industri manufaktur harus lebih didorong melalui paket kebijakan ekonomi, yaitu mulai daro ketersediaan gas yang lebih murah dan juga tentang pengupahan yang harus lebih dimaksimalkan lagi,” jelasnya.