Aparat Tiba-Tiba Copot Spanduk Ajakan Belanja di Toko Pribumi, Ada Apa?

Ist

Magelang, Sayangi.com – Spanduk Gerakan Pribumi Berdaulat Magelang Raya (GPBMR) yang berisi ajakan masyarakat Magelang Raya, untuk berbelanja di toko pribumi tiba-tiba dicopot aparat kepolisian. Padahal spanduk itu baru dipasang tiga hari dengan tujuan untuk melawan penjajahan asing dan aseng.

Akibat pencopotan ini, GPBMR protes keras terhadap aparat kepolisian. Sebab, apa yang mereka lakukan hanyalah seruan moral kepada warga Magelang.

Bahkan GPBMR curiga kesewenang-wenangan aparat terhadap hak pribumi itu karena campur tangan pemilik swalayan. Pemilik swalayan ‘memesan’ aparat agar ikut menolak seruan GPBMR.

“Tindakan yang sangat tidak adil, spanduk yang berisi seruan moral untuk belanja di toko pribumi dan pribumi berdaulat sangat tidak dihargai. Lebih menyakitkan lagi ini ternyata ada pesanan dari aseng yang notabene pemilik swalayan,” kata korlap GPBMR Anang Imamudin kepada wartawan, Sabtu (17/12/2016).

Anang mengaku kecewa dengan sikap aparat yang disebutnya sudah berlebihan. Bahkan sikap aparat tersebut kata dia membuat publik curiga jangan-jangan aparat kepolisian sudah lebih pro asing daripada pro rakyat Indonesia.

“Aparat kita tidak netral dan terlalu represif menyikapi hal ini. Atau apakah mungkin sudah terjajah mental penguasa dan aparat oleh aseng?” ujarnya menyesalkan.