Polisi Tegaskan Aksi FPI Datangi Mall di Surabaya Bukan Sweeping

Surabaya, Sayangi.com – Kapolrestabes Surabaya Kombespol Muhammad Iqbal menegaskan, aksi Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi mall dan pusat perbelanjaan Minggu (18/12/2016) pagi di Suraabaya bukan aksi Sweeping. Kegiatan tersebut adalah pawai ta’aruf untuk melakukan sosialisasi Fatwa MUI No 56/2016 tentang Hukum Penggunaan Atribut Keagamaan Non Muslim di mall-mall dan pusat perbelanjaan.

“Mereka sudah koordinasi dengan kami, dan ini adalah aksi ta’aruf. Ingat bukan sweeping, media jangan menakut-nakuti warga Surabaya,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (18/12/2016).

Penegasan ini terkait masih banyaknya ujaran di media sosial yang mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan aksi sweeping.

“Di media sosial masih banyak yang menulis bahwa aksi FPI hari ini ke mal dan pusat perbelanjaan adalah sweeping. Saya tegaskan bahwa aksi yang dilakukan FPI hari ini adalah taaruf atau sosialisasi fatwa MUI, bukan sweeping,” ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, aksi FPI ini akan dikawal ketat agar tidak ada gesekan yang terjadi tiba-tiba. Massa FPI yang jumlahnya puluhan  hanya melakukan sosialisasi di depan mall yang disambut pihak manajemen mall.

“Mereka koordinasi dengan kami biar aksi hanya di depan saja. Pihak manajemen mall juga bersiap menyambut mereka untuk menerima sosialisasi Fatwa MUI. Jadi FPI dimediasi oleh kepolisian untuk bertemu dengan manajemen,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD FPI Jatim Ali Fahmi juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan pihaknya adalah sebuah sosialisasi dan bukan sweeping. FPI murni mensosialisasikan fatwa MUI No 56 tahun 2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non muslim.

“Kalau sweeping, ngapain bawa-bawa polisi. Kalau sweeping polisi nggak ikut,” kata Ali.

Ali mengapresiasi apa yang dilakukan polisi hari ini, sehingga kegiatan atau aksi FPI berjalan lancar. Polisi menurut Ali sangat memediasi jalannya aksi sehingga berjalan lancar, aman dan tertib.

“Sangat bagus sekali. Kami dimediasi polisi, mal menyediakan tempat sehingga kami bisa menentukan sikap dan membuat kesepakatan,” ujar Ali.