‘Semprot’ Ahok, Jaksa: Jangan Selalu Merasa Jadi Orang Paling Benar

Ist

Jakarta, Sayangi.com – Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono menyemprot Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggapnya selalu merasa orang yang paling benar. Menurut Ali, pernyataan Ahok yang menyebut lawan politiknya pengecut karena menggunakan Alquran Surat Al-Maidah, menunjukkan sikap merasa paling benar.

“Dalam kaitan ini terdakwa telah menempatkan diri seolah-olah sebagai orang yang paling benar dengan mengharuskan kandidat kepala daerah dengan metode yang sama dengan terdakwa yaitu dengan adu program,” kata Ali saat membacakan tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

“Sebaliknya ketika kandidat lain tersebut tidak sepaham dengan terdakwa, termasuk yang menggunakan surat Al Maidah ayat 51 dikatakan oleh terdakwa sebagai oknum elite yang pengecut,” imbuh Ali.

Seharusnya kata Ali, parameter yang digunakan dalam pesta demokrasi antar kepala daerah yaitu peraturan perundang-undangan. Ali menyebut sikap Ahok yang menyebut oknum elite pengecut adalah sikap yang merasa paling benar.

Diketahui, Ahok berulang kali menyebutkan bahwa ada unsur politik di balik kasus yang kini menjeratnya. Padahal kasus tersebut murni sebagai penistaan agama setelah Ahok menyebut kata “Jangan mau dibohongi pakai surat Al-Maidah 51”. Alquran Surat Al-Maidah ayat 51 sendiri berisi tentang larangan agar orang-orang Islam yang beriman untuk tidak memilih pemimpin dari kalangan Nasrani (Kristen) dan Yahudi.