Di Kampus Untirta, Kapolri Tegaskan Terorisme Tak Identik dengan Islam

 

Serang, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan terorisme merupakan gerakan aksi radikalisme yang dalam perkembangan sejarahnya tidak bisa diidentikkan dengan salah satu agama termasuk Islam.

“Terorisme biasanya dilakukan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan yang ditujukan kepada masyarakat sipil non kombatan dengan tujuan politik dan ideologi. Banyak sekali tipologinya sehingga tidak bisa diidentikkan dengan Islam,” kata Tito dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ( Untirta) di Serang Banten, Rabu (21/12.

Tito mencontohkan aksi terorisme yang dilakukan oleh sekte Aum Shin Rikyu dengan meledakkan gas sarin di kereta bawah tanah di Jepang dilakukan oleh ekstrimis Budha. Demikian juga dengan aksi terorisme di Irlandia Utara yang merupakan konflik antara Kristen dan Portestan. Bom Oklahoma yang meledakkan gedung FBI juga dilakukan oleh ekstrimis kristen.

“Di Sri Lanka juga begitu selain karena suku (Tamil Tiger) juga karena konflik agama antara Hindu dan Budha,” katanya.

Diakui Tito saat ini memang terjadi fenomena baru yang disebut Islamicly Inspired Terrorism, yaitu sebuah gerakan radikal yang menggerakkan pengikutnya melalui doktrin agama Islam yang disalahtafsirkan. Kelompok inilah yang saat ini juga berkembang di Indonesia.

Karenta itu, Tito mengajak perguruan tinggi untuk berperan serta menangkal paham radikal dengan cara melakukan kajian yang kritis terhadap ideologi tersebut.

“Perguruan tinggi adalah kelompok middle class yang akan membuat negara kuat. Pelajari dan counter paham radikalisme tersebut, beri penjelasan kepada masyakarat,” katanya.

Dalam acara tersebut Kapolri didampingi oleh Kapolda Banten, Kadiv Propam Mabes Polri dan sejumlah perwira kepolisian. Hadir juga Rektor Untirta Sholeh Hidayat, dan ketua MUI Provinsi Banten.