PN Jaksel Tolak Seluruh Permohonan Praperadilan Buni Yani

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, melalui hakim tunggal Sutiyono, menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan oleh Buni Yani terkait penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran informasi kebencian.

“Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya, menghukum pemohon membayar biaya perkara sebesar nihil,” kata hakim Sutiyono, saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Rabu (21/12).

Seperti diketahui, Buni Yani ditetapan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan ujaran kebencian dengan menyebarkan video pidato Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu.

Buni dijerat Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman di atas enam tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

Ia ditetapkan sebagai tersangka karena keterangan yang dicantumkan pada video Ahok yang diunggah di laman Facebook miliknya. Pada video itu, Buni Yani mencantumkan keterangan “PENISTAAN TERHADAP AGAMA?. Bapak Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51 (masuk neraka) juga bapak ibu. Dibodohi. Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini.”

Berkenaan dengan penetapannya sebagai tersangka, Buni Yani lalu mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 5 Desember 2016.

Hormati Putusan PN Jaksel

Aldwin Rahadian, Kuasa Hukum Buni Yani menghormati putusan PN Jakarta Selatan yang menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan kliennya.

“Yang jelas apa pun hasilnya kami hornati keputusan hakim dan selanjutnya kami akan bersiap menghadapi di pengadilan,” kata Aldwin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.