Buntut KM Zahro Express Terbakar, Syahbandar Muara Angke dicopot

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Syahbandar Muara Angke Deddy Junaedi akan dicopot menyusul musibah terbakarnya kapal motor (KM) Zahro Express pada Minggu (1/1) kemarin.

“Ya benar. Terkait terbakarnya kapal Zahro Express,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono di Jakartra, Senin (2/1), seperti dikutip ANTARA.

Tonny mengungkapkan, terdapat data yang tidak sesuai pada Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal motor Zahro Express yang terbakar setelah berlayar sekitar satu mil dari Pelabuhan Muara Angke di Jakarta Utara. Kapal yang akan menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu itu terbakar pada Minggu sekitar pukul 08.30 WIB.

Sejauh ini, sebanyak 194 penumpang kapal dilaporkan selamat, 23 orang meninggal dan sisanya masih dicari.

Menurut Tonny, pada SPB tertulis jumlah penumpang 100 orang, namun kenyataannya dikabarkan terdapat lebih dari 100 orang yang menumpang kapal tersebut.

“Jumlah penumpang tertulis 100. Tapi yang ada di atas kapal ada yang bilang 184, ada yang bilang 250. Yang jelas berbeda dengan data di manifest,” kata Tonny.

Sebelumnya, otoritas pelayaran sempat menyatakan Kapal Zahro Express layak untuk berlayar berdasarkan SPB Zahro Express yang dikeluarkan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke.

Alasan lain, lanjut Tonny, terjadi pelanggaran kedisiplinan, di mana Deddy tidak berada di tempat saat kecelakaan terjadi.

“Waktu kecelakaan dia tidak ditempat. Mengapa harus takut kalau dia tidak salah,” tukasnya.

Menurut Tonny, Deddy akan dicopot dan digantikan oleh Pelaksana Tugas mulai Selasa (3/1).

“Mulai besok akan dicopot. Kita tunjuk pelaksana tugas. Sudah ada calonnya, tinggal dilantik. Kita akan keluarkan SK,” ujar Tonny.

Nahkoda Diamankan

Sementara itu, penyidik Direktorat Kepolisian Perairan (Polair) Polda Metro Jaya mengamankan nakhoda Kapal Mesin (KM) Zahro Express yang terbakar di wilayah perairan Jakarta Utara sehingga menewaskan sebagian penumpangnya.

“Nakhoda diamankan untuk dimintai keterangan,” kata Direktur Polair Polda Metro Jaya Kombes Pol. Hero Hendrianto di Jakarta, Senin.

Hero menambahkan, polisi juga mengamankan tiga anak buah kapal KM Zahro Express dan dua petugas syahbandar.

Keenam orang itu statusnya masih saksi. Polisi akan meminta keterangan mereka mengenai kecelakaan KM Zahro Express, yang mengangkut 238 penumpang saat terbakar.

Berita Terkait

BAGIKAN