Pimpinan MPR Bertemu Jokowi: Kedepankan Dialog Jika Ada Perbedaan

Foto: Humas Setkab

Jakarta, Sayangi.Com– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengingatkan semua elemen bangsa tentang perlunya mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi perbedaan atau masalah. 

“Kita sudah sepakat sejak 71 tahun lalu, kita ini bersaudara dalam keberagaman, dalam keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan orang lain,” kata Zulkifli Hasan didampingi jajaran pimpinan MPR RI, usai bertemu Presiden Jokowi , di Istana Merdeka, Selasa (24/1) siang.

Jika ada perbedaan, kata Zulkifli, sebagai saudara perlu dikedepankan penyelesaikan masalah melalui dialog atau musyawarah mufakat. Hal ini penting agar pemerintah dapat fokus membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan merata.

“Mari kita mengembalikan kepada nilai-nilai ke-Indonesiaan kita apa, musyawarah mufakat, dialog dengan jujur, saling menghargai, saling menghormati, dialog tanpa kebencian,” tuturnya.

Zulkifli membuat perumpamaan, kalau ada yang marah coba buat pertemuan. Begitu bertemu marahnya akan berkurang. “Pertemuan pertama dan kedua marahnya tinggal separuh mungkin, ketemu ketiga saya kira bisa ketemu jalan atas apa yang menjadi persoalan,” kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli, yang perlu dikhawatirkan bukan sesama saudara tetapi bagaimana kita menghadapi kompetisi di dunia internasional. Ia juga mengajak masyarakat untuk menghargai proses hukum, meski hukum bisa meninggalkan luka atau marah yang panjang.

Dalam pertemuan konsultasi dengan Presiden Jokowi itu, pimpinan MPR juga melaporkan sosialisasi 4 pilar MPR RI, pembahasan haluan negara, dan agenda tahun 2017. Diantaranya terkait peringatan 1 Juni, sidang tahunan MPR RI, DPR RI, dan DPD, serta peringatan 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi.

Pimpinan MPR juga mengapresiasi perpres pembentukan lembaga pemantapan Pancasila, dan berharap lembaga ini ke depan bisa bekerja sama dengan MPR.

“Ini usulan rapat konsultasi 2 tahun yang lalu, MPR dengan Bapak Presiden. Kalau dulu ada Manggala BP-7, ada pelajaran mengenai pendidikan kewarganegaraan, pendidikan Pancasila, penataran dan sebagainya. Pemantapan ideologi Pancasila ke depan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman,” kata Zulhas.

Pimpinan MPR yang datang bersama Zulkilfi Hasan adalah adalah Mahyudin, Evert Ernest Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta. Sedangkan Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukan Wiranto, Mensesneg Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.