Presiden Jokowi Kabulkan Grasi Antasari Azhar, Ini Alasannya

Foto: Sayangi.Com/dok

Jakarta, Sayangi.Com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabulkan grasi mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Kabar ini disampaikan oleh Boyamin Saiman, kuasa hukum Antasari Azhar, Rabu (25/1) pagi.

“Pagi ini saya mendapat informasi dari orang Sekretariat Negara bahwa grasi Antasari Azhar telah dikabulkan,” kata Boyamin, seperti dikutip Antara, Rabu.

Untuk memastikan informasi ini, Boyamin akan mengecek ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk melihat surat persetujuan grasi tersebut.

Karena, menurutnya, secara aturan surat grasi presiden dikirimkan melalui Ketua PN Jaksel. “Untuk isi dan detailnya belum dapat dijelaskan, sebelum saya menerima secara resmi (surat grasi) itu,” katanya.

Hukuman Dikurangi 6 Tahun

Staf Khusus Presiden Johan Budi membenarkan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengabulkan permohonan grasi mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

“Alasannya, salah satunya adalah karena adanya pertimbangan MA yang disampaikan kepada Presiden,” kata Johan Budi di Jakarta, Rabu.

Selain itu, kata Johan, Presiden juga melihat berbagai pertimbangan lain sebagai bahan masukan bagi keputusan pengabulan grasi Antasari itu.

Johan mengatakan, Keputusan Presiden mengenai permohonan grasi telah ditandatangani oleh Presiden dan dikirimkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin 23 Januari 2017.

“Keppres soal permohonan grasi Antasari sudah diteken Presiden dan dikirim ke PN (Jakarta) Selatan hari Senin kemarin kemarin,” kata Johan.

Ia menambahkan, di antara poin-poin dalam Keppres itu adalah pengurangan masa hukuman. “Di dalam Keppres itu isinya mengurangi hukuman Antasari sebanyak 6 tahun,” kata Johan.

Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan setelah dinyatakan terbukti membunuh Nasrudin Zulkarnaen, Direktur Putra Rajawali Banjaran. Antasari kemudian mengajukan banding, kasasi, dan peninjauan kembali, namun ia tetap dihukum.

Pada 10 November 2016, Antasari meninggalkan LP Tangerang dengan status bebas bersyarat sejak ditahan pada Mei 2009.