Ini Lima Opsi Parliamentary Treshold, Mulai 0 sampai 10 Persen

Jakarta, Sayangi.Com– Ketua Panitia Khusus (pansus) RUU Pemilu, Lukman Edy, menjelaskan bahwa pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary treshold (PT) di internal pansus telah mengengucut pada lima opsi, yaitu 0 persen, 3,5 persen, 5 persen, 7 persen, dan 10 persen.

Ditemui di Kompeleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1), Lukman mengemukakan, lima opsi itu muncul setelah masing-masing fraksi menyampaikan daftar inventarisasi masalah (DIM) dan keputusan akhirnya tinggal didiskusikan dalam rapat pansus.

Menurut politisi PKB ini, ada dua cara untuk memutuskan angka PT. Pertama, akan ditanyakan apakah dalam Pemilu 2019 menggunakan PT atau tidak. Kalau mayoritas fraksi mengatakan tidak perlu PT alias nol persen, maka akan banyak partai politik yang masuk Parlemen. Jika lebih banyak yang menginginkan PT, maka tinggal dipilih opsinya, yaitu 3,5 persen seperti pada Pemilu 2014, atau naik menjadi 5 persen, 7 persen, 10 persen.

Terkait presidential treshold atau persyaratan bagi partai politik untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden, Lukman menjelaskan, ada fraksi yang mengusulkan nol persen dengan alasan pada 2019 Pilpres dan Pemilu Legislatif akan dilaksanakan serentak berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 13/2016.

“Kami sudah berkonsultasi ke MK terkait putusan tersebut, namun mereka tidak mau menjawab karena diserahkan pada pembuat UU,” katanya.

Opsi lain terkait presidential treshold, menurut Lukman, adalah 20 persen kursi DPR atau 25 persen jumlah suara seperti pada Pemilu 2014 atau jalan tengah yaitu 10 persen.