Presiden Sempat Bacakan Ramalan Leluhur Soal Bandara Kulonprogo

Kulonprogo, Sayangi.com– Presiden Joko Widodo menyebut keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta baru yang akan dibangun di Kulonprogo sudah diramalkan oleh leluhur bangsa Indonesia.

Sebelum meresmikan acara bertajuk Babat Alas Nawung Kridha di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat, Presiden membacakan “sabda leluhur” terkait keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Dan memang sabda leluhur di Yogyakarta ini tadi saya baca di depan, memang leluhur kita sudah melihat bahwa di Kulonprogo nanti akan ada bandara besar,” kata Presiden.

Mantan Walikota Solo itupun membacakan sabda leluhur yang dikutipnya dari kitab kuno berlatar Jawa.

Sesuk ning tlalah kene bakal ono wong dodolan cau nang awang-awang. Tlalah Temon iki bakal dadi susuhe kinjeng wesi. Tlatah sak lor kidul gunung jeruk bakal dadi kutho. Glagah bakal dadi mercusuaring bawono,” sebut Presiden.

Terjemahan singkat dari sabda leluhur yang dibacakan Presiden itu yakni; Suatu saat nanti di wilayah ini akan ada orang berjualan cingcau di angkasa. Wilayah Temon ini akan menjadi sarang burung besi. Wilayah utara dan selatan Gunung Jeruk akan menjadi kota (besar). Glagah akan menjadi mercusuar bagi dunia.

“Apa yang kita lakukan sekarang ini babat alas nawung kridha memang keputusan yang harus diputuskan karena kalau kita lihat Bandara Adi Sutjipto kapasitasnya hanya 1,6 juta (penumpang) padahal dipakai 7,6 juta, sudah crowded sekali. Mau tidak mau harus segera dimulai,” katanya.

Presiden menambahkan, di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo tersebut nantinya akan menampung kapasitas 14 juta penumpang (pada pembangunan tahap pertama).

Dan kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga 20 juta penumpang pada pembangunan tahap keduanya.

“Karena memang turis yang datang semakin hari semakin meloncat, semakin melompat karena kebudayaan selalu dipelihara di Yogyakarta,” katanya.

Pada kesempatan itu Presiden kemudian menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya “babat alas nawung kridha” yang berarti membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo.

Saat penekanan tombol, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DIY Sultan Hamengkubowono X, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro.

Acara ini dipusatkan di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta dan dihadiri ratusan hadirin yang sebagian besar adalah warga Kulonprogo dan sekitarnya.

Sumber: Antara