Mahfud MD: Kalau Lindungi Ahok, Jokowi Harus Tanggung Akibat Politik

Ist

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta Presiden Joko Widodo agar tidak mengangkat lagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebab, langkah itu melanggar Undang-Undang.

“Menurut Undang-undang, Pasal 83 ayat 1 jelas seorang kepala daerah yang menjadi terdakwa itu diberhentikan sementara. Nggak ada pasal lain yang bisa menafikan itu,” kata Mahfud MD di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Jika tidak mau memberhentikan Ahok, Mahfud mengusulkan agar Jokowi mengeluarkan Perppu terlebih dahulu. Tujuannya agar kebijakannya tidak menabrak UU.

“Kalau memang Ahok ini dipertahankan juga ya cabut dulu pasal itu agar tidak melanggar hukum. Presiden boleh mencabut pasal itu dengan perppu, dengan hak subjektifnya,” ujarnya.

Tapi kata Mahfud, jika mengeluarkan Perppu, Jokowi harus berani mempertanggungjawabkan secara politik jika ada anggapan bahwa presiden mengistimewakan Ahok. 

“Asal mau menanggung seluruh akibat politik dari pencabutan Perppu itu. Itu politik ya, saya memberi jalan yuridisnya. Ada hak subjektif presiden, hak subjektif itu artinya alasan-alasannya ditentukan sendiri. Tapi dipertanggungjawabkan sendiri secara politik pada masa sidang DPR berikutnya,” ujarnya.

Mahfud juga menyindir kesalahan Mendagri Tjahjo Kumolo yang masih ‘ngotot’ ingin mempertahankan jabatan Ahok dengan dalih menunggu tuntutan terlebih dahulu. Padahal kata Mahfud, dalam Pasal 83 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2014, yang dimaksud adalah dakwaan, bukan tuntutan.

Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa pemberhentian sementara Ahok juga tidak bisa menunggu tuntutan.

“Tidak ada instrumen hukum lain yang bisa membenarkan Ahok itu menjadi gubernur kembali tanpa mencabut (pasal) itu. Karena undang-undang jelas menyebutnya bukan tuntutan seperti dikatakan Mendagri. Mendagri katakan menunggu tuntutan, di situ (pasal 83 ayat 1 UU 23 tahun 2014) disebut terdakwa berarti dakwaan,” kata Mahfud.