Demonstrasi “Trump Bukan Presiden Saya” Berlangsung di Sejumlah Kota AS

Ribuan warga melakukan aksi demonstrasi menentang pemerintahan Donald Trump di New York, Senin (20/2)./Foto: AP

New York, Sayangi.Com– Hari Senin (20/2) adalah “President’s Day” bagi warga Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump berkicau melalui akun twitternya dengan huruf kapital: “HAPPY PRESIDENTS DAY – MAKE AMERICA GREAT AGAIN!”

Namun, pada hari libur nasional ini, ribuan warga AS justru melakukan demonstrasi di sejumlah kota dengan membawa poster anti Trump dan meneriakkan yel-yel “not my president” (bukan presiden saya).

Demonstrasi “Not My President” berlangsung antara lain Kota di New York, Los Angeles, Chicago, Boston, Dallas, dan Seattle, dimana peserta unjuk rasa mengatakan bahwa mereka berharap bisa menjadikan hari ini sebagai hari anti-Trump.

Di Kota New York, pengunjuk rasa dari beragam usia dan latar belakang berkumpul di Columbus Circle. Mereka berkumpul tepat di depan Trump International Hotel, dekat Central Park. Di sana mereka mulai menyuarakan penolakan terhadap Trump.

Polisi memperkirakan ada sekitar 10.000 orang yang turun ke jalan-jalan di Kota New York. Salah seorang pendemo, pensiunan psikoterapis bernama Rima Strauss, terlihat menggunakan jaket denim dengan lencana bertuliskan “Not my president”.

“Dia telah menyakiti bangsa kami. Kami akan kehilangan bangsa ini jika kami tidak melakukan sesuatu,” ungkap Strauss, seperti dikutip AFP.

Di Los Angeles, pendemo mengangkat spanduk anti-Trump di luar City hall. Beberapa pesan di dalam spanduk itu antara lain Resist, Impeach, Trump is Mentally Ill. Ada juga spanduk yang mengganti Huruf U pada nama Trump dengan lambang komunis palu dan arit.

Seorang perempuan di Los Angeles mengatakan, ia berdemonstrasi untuk membela kedua orang tuanya yang sudah bekerja keras “untuk menghidupi mereka”. Seorang demonstran lain di Dallas, Texas, mengatakan orang kini marah pada Trump.

“Ada begitu banyak hal yang terjadi, padahal pemerintah baru berjalan satu bulan, dan saya kira mengerikan melihat begitu banyak orang turun ke jalan karena mereka benar-benar terkena dampak dengan apa yang terjadi”, ujarnya.

Seorang demonstran lain mengatakan, “Saya berada di sini untuk memprotes apapun yang dilakukan presiden ke-45 itu, mulai dari pandangannya terhadap perempuan, hingga soal imigrasi, rasisme, seksisme dan semua hal buruk yang disampaikannya, yang mempermalukan negara kita”.

Sebagian besar peserta demonstrasi adalah mahasiswa, pegawai sekolah dan badan-badan federal. Mereka ikut turun ke jalan karena hari Senin, 20 Februari, merupakan libur nasional.

Dikutip dari VoaIndonesia.Com, daftar kota-kota yang melangsungkan demonstrasi itu di halaman Facebook menunjukkan sedikitnya 30 kota, yang terinspirasi dari gerakan Bad Dudes dan Nasty Women.